HAPPY NEW YEAR

Prima, Siswi Tangguh Pati Tebar Kebermanfaatan Lewat Pramuka

waktu baca 4 menit
Kamis, 5 Feb 2026 10:53 0 30 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pendidikan dan karier merupakan penolong nasib hidup seorang perempuan.

Dengan karier, memberi perempuan kekuatan untuk mandiri dan tak bergantung pada orang lain.

Tentunya, disokong dengan pendidikan yang dapat membuat perempuan menempuh jalan hidupnya secara independen.

Siapa sangka, motto luar biasa itu muncul dari pemikiran gadis berusia 17 tahun asal Kabupaten Pati yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ia bernama Prima Kusuma Wati, seorang siswi SMA Negeri (SMAN) 2 Pati yang punya tekad besar memperjuangkan mimpi-mimpinya.

“Yang bisa menolong wanita hanya pendidikan dan karier karena memberi wanita kekuatan dan membuatnya tidak bergantung pada orang lain. Dengan pendidikan, wanita tidak mudah dibohongi dan dimanipulasi. Dengan karier yang mapan, wanita dapat memilih jalan hidupnya tanpa paksaan,” tuturnya kepada Mondes.co.id, Kamis, 5 Februari 2026

Perlu diketahui, Prima menjadi siswa aktif di organisasi kepemudaan, yakni Praja Muda Karana (Pramuka).

Ia berbakat di giat kepramukaan, sehingga membawanya hanyut dalam rasa cinta terhadap gerakan tersebut sejak kecil hingga remaja.

Menurutnya, Pramuka mengajarkan kebersamaan dan kemandirian sebagai seorang manusia.

“Sejak SD (Sekolah Dasar) sering ikut pesta siaga dan memiliki ketertarikan terhadap Pramuka, hingga saya tekuni sampai SMA. Pramuka mengajarkan kemandirian dan jiwa korsa sesama dari organisasi tersebut. Saya tertarik karena termotivasi ibu saya yang sejak muda mengikuti kegiatan kepramukaan,” kata Prima.

Saking cintanya pada Pramuka, gadis asal asal Dukuh Kunden, Desa Sidokerto RT 06/RW 01 itu menjadi anggota Pramuka Penegak Garuda dan menjadi anggota Saka Bhayangkara Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati.

BACA JUGA :  Plt Sekda Pati Tegaskan Pengangkatan Direktur RSUD Soewondo Sesuai Regulasi

Di sekolah saat ini, ia menjadi pengurus Dewan Ambalan SMAN 2 Pati sebagai Pemangku Adat, serta aktif tergabung di organisasi Patroli Keamanan Sekolah (PKS) sebagai bendahara.

“Saat ini saya aktif sebagai Dewan Ambalan Pramuka di organisasi Scout Rover SMAN 2 Pati. Selain itu, saya juga bergabung dalam organisasi PKS (Patroli Keamanan Sekolah),” sebutnya.

Minatnya berorganisasi dan bakat memanajemen organisasi terbentuk sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Pratama Putri di Dewan Penggalang SMPN 3 Pati dan Duta Adiwiyata SMPN 3 Pati.

“Sejauh ini, pengalaman paling berkesan adalah saat saya berhasil menjadi anggota Pramuka Penegak Garuda. Manfaat yang saya peroleh dari Pramuka, saya menjadi lebih percaya diri dan berani memimpin karena sering diberi kesempatan untuk tampil, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah,” ungkap perempuan yang hobi memasak itu.

Ia memandang organisasi membuat belajar mengatur waktu secara bijaksana.

Apalagi, seorang pelajar sepertinya diharuskan menyeimbangkan antara akademik dan non akademik.

“Tantangan utama adalah dalam membagi waktu. Sebagai pelajar, saya tidak boleh mengesampingkan pendidikan demi organisasi sehingga hal tersebut menjadi tantangan yang cukup sulit,” ujarnya.

Sebagai informasi, Prima dikenal sebagai pribadi yang menyukai tantangan.

Karakternya yang elegan, gadis cantik itu dinilai sebagai pendengar yang baik, mandiri, dan berprinsip kuat.

“Selain itu, tantangan lainnya adalah perbedaan karakter setiap orang, yang mengharuskan kita untuk saling memahami satu sama lain. Saya dinilai sebagai pendengar yang baik, independent woman, loving adventure, walau terkadang labil,” imbuh siswi yang kini duduk di kelas XII SMAN 2 Pati.

Di balik kisah teladan Prima, menyimpan kisah pedih tersendiri.

Dibesarkan dari keluarga broken home, Prima tak lelah dan tak lengah dengan keadaan.

BACA JUGA :  Udang, Komoditas Tangkapan Nelayan Pati Termahal 

Ia terus memaksimalkan potensinya untuk mengasah bakat, berprestasi, dan menjadi inspirasi bagi teman sejawat.

“Meski berasal dari keluarga broken home, saya harus bisa seperti anak-anak lain dan tidak boleh menyerah. Broken home tidak menjadikan saya lemah, justru saya harus membuktikan bahwa saya bisa seperti yang lain,” tuturnya.

Baginya, orang tua dan saudara tetap menjadi inspirasi.

Prima bertekad terus menggapai asa untuk menimba ilmu dan pengalaman yang lebih luas.

“Saya berasal dari keluarga yang broken home, namun hal tersebut tidak membuat saya minder atau kurang percaya diri. Saya memiliki keluarga yang suportif, terutama kakak perempuan yang sering menginspirasi dan mendukung semua yang saya lakukan selama hal tersebut positif,” urainya.

Ia memiliki cita-cita yang tinggi untuk menjadi wanita independen, memiliki karier yang mapan, dan kelak menjadi pemimpin yang bertanggung jawab di masa depan.

Prima bertekad menjadi seseorang yang dapat menginspirasi para wanita di luar sana.

Serta memberi semangat kepada anak-anak yang memiliki latar belakang keluarga sepertinya.

“Keluarga yang tidak utuh bukanlah sebuah hambatan, justru dengan itu kita harus membuktikan bahwa kita bisa bersinar. Kita tidak bisa memilih masa lalu yang telah kita jalani, namun masa depan adalah tanggung jawab kita sepenuhnya,” tegas Prima.

Ia konsisten menggali potensi, berbenah diri, dan berupaya yang terbaik untuk sekolah dan organisasi.

Menurutnya, generasi muda harus terlibat di kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Target saya ke depan adalah terus menggali potensi, berbenah diri, dan mengupayakan yang terbaik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Saya akan terus belajar hal baru yang nantinya bermanfaat bagi saya,” pungkas Prima.

BACA JUGA :  Mengintip Harga Jagung di Pati, Berapa Saat Ini? 

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini