Foto: Suasana manasik haji di Kabupaten Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Petugas Penyelenggara Jemaah Haji (PPIH) mulai mempersiapkan diri untuk memberikan pengarahan, serta pembekalan terhadap para calon jemaah haji.
Termasuk di wilayah Kabupaten Pati.
Terdapat 8 PPIH dari Kabupaten Pati yang akan bertugas melayani para tamu Allah SWT yang hendak beribadah ke Mekkah pada tahun 2026 ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pati, Umi Isti’anah menerangkan PPIH kini tengah memfokuskan pada bimbingan manasik haji yang akan diselenggarakan di tingkatan kecamatan dan kabupaten.
Manasik haji di tingkat kecamatan akan berlangsung Februari 2026 di 16 titik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Sedangkan manasik haji di tingkat kabupaten akan berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2026.
“PPIH kini sedang fokus bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten. Jadi bimbingan manasik di tingkat kecamatan penyelenggaraannya di 16 titik KBIH se-Kabupaten Pati selama empat hari, mulai 9 sampai 12 Februari. Sedangkan, bimbingan manasik di tingkat kabupaten pada 30 Maret, 31 Maret, 1 Mei, dan 2 Mei untuk konsolidasi kloter,” jelasnya saat diwawancarai Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menyebut, calon jemaah haji dari Kabupaten Pati akan dibagi ke dalam 5 kloter.
3 kloter diisi oleh calon jemaah asal Kabupaten Pati secara utuh.
Sedangkan, 2 kloter diisi oleh calon jemaah haji yang berasal dari beberapa daerah di sekitar.
“Kita ada 1.306 dibagi menjadi 5 kloter, yang 3 utuh, yang 2 kloter pecah gabungan dengan daerah lain seperti Kudus, Jepara, Rembang. PPIH dari Pati yang lolos 8 orang, nanti petugas (PPIH) akan dibagi di kloter yang ada,” terang Umi.
Ia menjelasakan, PPIH berasal dari berbagai unsur, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), akademisi perguruan tinggi, organisasi masyarakat (Ormas), aparat kepolisian, dan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Ada PPIH Arab Saudi, PPIH embarkasi, PPIH kloter, PPIH pusat, ada empat jenis. Itu dibuka untuk umum bisa dari kalangan ormas, polisi, TNI, perguruan tinggi, ASN. Kepolisian dan TNI ada karena di sana yang bertugas PPIH Arab Saudi untuk linjam (perlindungan jemaah), mengawasi dan melindungi jemaah. Memang tahun ini seperti itu, melibatkan beberapa unsur,” katanya.
Umi menyampaikan, belum ada petunjuk teknis mengenai jadwal pemberangkatan.
“Kita fokus dulu bimbingan, pemberangkatan secara teknis belum tahu Pati kloter berapa, masuk asrama tanggal berapa belum ada. Biasanya setelah Lebaran sudah ada kepastian,” tuturnya.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait pemberangkatan.
Pemda akan membentuk pula panitia pemberangkatan maupun pemulangan jemaah haji.
“Kita mestinya melaksanakan rapat dengan Pemda karena berhubungan dengan keamanan, perjalanan, hingga konsumsi. Kami berkoordinasi dengan Dinas Pehubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Satuan Lalu Lintas (Satlantas),” tutup Umi.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar