ramadan 2026

Potret Indah Keberagaman di Klenteng Hok Tek Tong Jepara

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Feb 2026 10:39 0 44 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Suasana berbeda tampak di pusat jantung kota Jepara.

Ribuan warga tumpah ruah memadari Klenteng Hok Tek Tong merayakan Imlek 2577 Kongzili.

Momentum ini menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya festival sebesar ini digelar di Klenteng tersebut, sekaligus bertepatan dengan bulan Ramadan.

Ketua panitia Festival Imlek, Harun, menuturkan meski baru pertama kali digelar, langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Ini menjadi tonggak sejarah keharmonisan di Kabupaten Jepara. Semoga menjadi awal yang baik di Tahun Kuda Api ini,” ujarnya, Rabu (25/2/2026) petang.

Bupati Jepara Witiarso Utomo, menegaskan bahwa Festival Imlek bukan sekadar perayaan budaya, melainkan penegasan jati diri Jepara sebagai rumah bersama.

“Selain perayaan budaya, Festival Imlek hari ini adalah penegasan jati diri Jepara sebagai rumah kita bersama, tempat berbagai etnis, agama, dan tradisi hidup berdampingan dan saling menghormati,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyerahan angpao dan berbagai kegiatan sosial dalam festival ini, menjadi simbol nilai kemanusiaan, solidaritas, dan semangat saling menguatkan antar warga.

Menurutnya, itulah fondasi harmoni sosial di Jepara.

Bupati juga mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan.

Ia mengingatkan bahwa Jepara memiliki sejarah panjang sebagai daerah terbuka, pelabuhan maritim, dan ruang pertemuan berbagai budaya.

“Sejak masa para leluhur, Jepara tumbuh dari pertemuan dan akulturasi, harmoni dalam keberagaman, bukan penyeragaman. Karena itulah, budaya Tionghoa adalah kekayaan kita, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari denyut kehidupan sosial dan budaya Jepara,” tegasnya.

BACA JUGA :  Festival Budaya Kelingan Keling Tampilkan Kesenian 12 Desa Pendukung

Ia berharap, Festival Imlek tahun depan dapat digelar lebih meriah lagi, dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas.

Festival Imlek 2577 Kongzili di Jepara pun menjadi bukti nyata bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan yang hidup dan tumbuh dalam keseharian masyarakat Kota Ukir.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini