Foto: Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memantau pemusnahan miras (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Peristiwa memilukan dan memalukan terjadi di wilayah Kabupaten Pati selama Ramadan ini.
Bulan yang seharusnya penuh berkah, tetapi karena disalahgunakan, justru menjadi momentum memprihatinkan.
Diketahui, ada dua kasus penganiayaan yang terjadi, yakni di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo.
Kemudian di Desa Talun, Kecamatan Kayen.
Selama sepekan terjadi insiden nahas bermula pada saat yang sama, yakni sebelum sahur alias dini hari.
Tradisi tongtek untuk membangunkan sahur, digunakan oleh sekelompok pemuda untuk berkonvoi memutar musik sound dengan volume tinggi.
Mereka berniat membangunkan sahur warga dengan cara mereka sendiri.
Dampaknya, ketegangan pun terjadi.
Pada Senin, 9 Maret 2026 lalu, seorang pemuda di Desa Mangunrekso dikeroyok hingga mengalami pendarahan pada otak.
Kini, korban dirawat secara intensif di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (RS KSH) Pati.
Sedangkan, di Desa Talun pada Kamis, 12 Maret 2026, seorang pemuda dikeroyok sesama warga satu desa karena ketegangan di malam sahur.
Parahnya, pemuda malang itu hingga hilang nyawa.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, sudah mengerahkan jajarannya untuk menangkap pelaku.
Beberapa identitas pelaku sudah dikantongi.
“Proses penyidikan segera, aparat sudah mengantongi identitas pelaku. Insya Allah dalam waktu dekat segera,” ungkapnya di hadapan awak media di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Pati, kemarin.
Ia menegaskan bahwa personel kepolisian akan menuntaskan perkara yang terjadi di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo dan Desa Talun, Kecamatan Kayen.
“Pelaku masih belum ketangkap, identitas sudah kita kantongi. Kejadian di Talun dan Tambakromo (Mangunrekso). Di Tambakromo korban luka-luka, kita sidik semua, kita kantongi pelaku-pelakunya,” ujarnya.
Polresta Pati melakukan patroli rutin di sejumlah wilayah.
Pihaknya juga melibatkan unsur organisasi masyarakat (Ormas) untuk menjaga keamanan lingkungan di seluruh titik.
“Mudah-mudahan nggak terjadi lagi. Kita hari ini patroli rutin mengajak para masyarakat yang tergabung organisasi masyarakat peduli keamanan, kita amankan tradisi tongtek,” pesan Kombes Pol Jaka.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut prihatin pada kondisi penganiayaan di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen selama sepekan ini.
Tindakan itu menodai trasidi umat Muslim dalam melangsungkan tradisi membangunkan orang sahur.
“Saya kemarin kan sudah imbau tongtek diperbolehkan, ini tradisi Muslim yang saling menghargai satu dengan yang lain. Kita berharap teman-teman di desa, tongtek dilaksanakan khidmat, jangan menodai agama dengan tawuran dan tindakan yang tidak baik,” tuturnya.
Chandra juga menekankan, menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh sukacita.
Ia mengajak Umat Muslim tebarkan kedamaian dan kenyamanan.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar