Foto: Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat dimintai keterangan (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Pati kini terus menjadi sorotan publik, terutama setelah Bupati Pati nonaktif Sudewo terjerat kasus dugaan korupsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pun tak lepas dari tuduhan miring yang kian berkembang di masyarakat.
Salah satunya terkait rotasi jabatan sejumlah Plt sekretaris dinas di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).
Sebagaimana disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Djoeang Pati, Fatkhur Rahman.
Ia mendesak Plt Bupati Chandra untuk segera mencopot jabatan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Paryanto.
Alasan utamanya ditengarai Paryanto sering kali menimbulkan kegaduhan dan ketidakstabilan di dalam instansi.
Dalam keterangannya, Fatkhur Rahman menyampaikan bahwa terdapat dugaan bahwa Paryanto akan dijadikan sebagai “mesin ATM” oleh Plt Bupati.
Yakni untuk mengelola dan mengurusi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Pati menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
Menurutnya, pergantian dan rotasi sejumlah pejabat sudah melalui pertimbangan matang.
Apalagi, lanjutnya, terkait dengan tuduhan menjadikan Paryanto sebagai “mesin ATM”.
“Pantauan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kok main uang, itu kan tidak masuk akal mas,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Disdikbud Pati Paryanto belum memberikan respons saat dimintai keterangan melalui pesan singkat.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar