Foto: Tabebuya bermekaran di Alun-alun Simpang Lima Pati (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Bunga tabebuya di Alun-alun Simpang Lima Pati sedang mekar indah bak bunga sakura di Jepang.
Jantung Kabupaten Pati berubah menjadi jauh lebih indah daripada bulan-bulan sebelumnya.
Sekitar 20 tanaman bunga tabebuya sedang mekar-mekarnya di puncak musim kemarau 2026.
Warna putih, oranye, dan merah muda menghiasi ruang publik Kabupaten Pati.
Momen ini pun dimanfaatkan warga untuk menikmati keindahan tabebuya.
Mereka sekadar nongkrong di bawah pohon bunga tabebuya, hingga mengabadikan momen tersebut dengan jepretan lalu dibagikan di media sosial (medsos).
Salah satu warga, Wiji, menilai mekarnya bunga tabebuya memang cocok untuk liburan murah.
Pengunjung tak perlu merogoh kocek untuk menikmati wisata bak liburan di Tokyo.
Wisawatan hanya dikenakan tarif parkir Rp1.000 per motor dan Rp 2.000 per mobil.
“Bagus itu kan momen tahunan. Mekar saat musim kemarau, tidak setiap bulan. Bisa menjadi wisata gratis di Kabupaten Pati. Bisa mengajak teman, dan istri juga untuk menikmati weekend. Refreshing sementara,” katanya saat diwawancarai Mondes.co.id di lokasi, Senin (26/10/2026).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiapkan 250 bibit tabebuya gratis bagi warga yang berkunjung dan mengunggah momen kunjungannya di medsos.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meninjau Alun-alun Simpang Lima Pati, baru-baru ini.
Pemkab Pati juga telah mengajukan tambahan 1.000 bibit kepada PT Djarum untuk mendukung penghijauan.
“Monggo, silahkan melihat langsung bunga tabebuya yang sedang mekar di Alun-alun Pati. Bagus sekali, Alun-alun Pati jadi sangat cantik,” ujar Chandra.
Selain menyiapkan bibit gratis, Pemkab Pati juga mengagendakan area khusus sebagai spot foto bagi pengunjung.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan masyarakat saat menikmati keindahan tabebuya.
Melalui program ini, Chandra mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan berkunjung ke Alun-alun Simpang Lima Pati, sekaligus berkontribusi dalam penghijauan lingkungan.
Bibit yang diperoleh dapat ditanam di pekarangan rumah maupun kawasan permukiman.
Pemkab Pati berharap antusiasme masyarakat terhadap bunga tabebuya tidak berhenti pada tren medsos.
Momentum ini diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama untuk memperbanyak tanaman dan menjaga lingkungan tetap hijau.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini