Foto: Sholihin ketika sedang menata es kristal sebelum dikirim (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Penjual es kristal merasa kurang beruntung di bulan Ramadan kali ini.
Pasalnya, masa-masa menjalani ibadah puasa tahun ini disertai musim hujan, sehingga produksinya kurang begitu laku dijual.
Kondisi tersebut dirasakan oleh penjual es kristal asal Desa Semampir, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sholihin.
Ia menyebut, penjualan es kristal menurun jika dibandingkan pada saat musim kemarau.
“Puasa ini agak sepi, Mas. Penurunan terjadi mulai musim hujan kemarin, langsung terjun bebas,” ucapnya kepada Mondes.co.id, Rabu, 18 Maret 2026.
Sehari-hari di bulan Ramadan ini, es kristal dagangannya hanya mampu terjual 35 sampai 40 pack.
Padahal di tahun sebelumnya ataupun momen-momen sebelum Ramadan, penjualan per hari bisa 50 pack.
“Kira-kira 35-40-an lah, Alhamdulillah. Kalau puasa tahun lalu masih bisa 50 lah,” ungkap Sholihin.
Ia menjual es kristal dengan harga mulai dari Rp 10 ribu per pack.
Namun, menurunnya minat konsumsi dingin, menyebabkan Sholihin kurang beruntung.
Penghasilan sehari-hari pada Ramadan ini ia hanya mampu menghasilkan Rp300 ribu.
Sedangkan pada Ramadan tahun sebelumnya rata-rata ia menghasilkan Rp500 ribu.
“Penghasilan per hari ya bisa Rp340 ribuan lah. Kalau Ramadan tahun lalu masih bisa Rp500 ribu,” sebutnya.
Ia menjual es kristal di wilayah Kota Pati, biasanya pembeli berasal dari pelanggan-pelanggannya.
“Kalau pembelinya ya dekat-dekat aja. Paling jauh pelanggan saya dari Sidokerto,” ungkapnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar