Pemkab Rembang Perkuat Inovasi TELPONI Demi Lindungi Ibu dan Bayi

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Jul 2026 16:07 0 212 Supriyanto

REMBANG — Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus memacu langkah nyata dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

gempur rokok ilegal rembang

Lewat penguatan inovasi unggulan TELPONI (Temokno, Laporno, Openi), komitmen lintas sektor ditegaskan kembali dalam ajang Penggalangan Komitmen Program Penurunan AKI dan AKB yang berlangsung hangat di salah satu hotel kawasan jalur Pantura, Rabu (29/7/2026).

​Kegiatan strategis ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul biasa, melainkan wadah sinergi skala besar.

Berbagai unsur penting hadir, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi profesi kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, kader kesehatan, hingga jajaran pemerintah desa, membulatkan tekad demi keselamatan ibu dan buah hati di seluruh penjuru Rembang.

Bupati Rembang, Harno, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan suatu daerah sangat ditentukan oleh keselamatan ibu dan bayi.

Oleh sebab itu, beban keselamatan ini tidak bisa dipikul oleh tenaga medis semata.

​”Kesehatan ibu dan bayi merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Setiap ibu berhak menjalani kehamilan yang sehat. Oleh karena itu, upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi harus menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya sektor kesehatan semata,” ujar Harno secara tegas di hadapan para peserta.

​Bupati Harno menambahkan, gerakan TELPONI menjadi wujud nyata dari nafas gotong royong warga Rembang.

TELPONI sendiri memiliki makna tersendiri.

​Temokno (temukan), dalam hal ini masyarakat dan kader diajak aktif menyisir dan menemukan keberadaan ibu hamil yang berisiko tinggi.

BACA JUGA :  Peroleh Bantuan Rp13,7 Miliar, Petani Jepara Terdampak Puso akan Terima Ganti Rugi

Laporno (laporkan), segera melaporkan kepada pihak berwenang jika ditemukan kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil maupun bayi.

​Openi (rawat/dampingi), memastikan pasien mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan tuntas di fasilitas pelayanan kesehatan.

​Bupati juga menekankan agar komitmen yang disepakati hari ini benar-benar mewujud dalam aksi nyata berkelanjutan di lapangan, bukan berhenti sebagai acara seremonial belaka.

Langkah masif Pemkab Rembang ini bukan tanpa bukti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofii, membeberkan pencapaian membanggakan dari implementasi inovasi TELPONI dan kerja sama lintas sektor yang telah berjalan.

​Berdasarkan data resmi tahun 2025, Kabupaten Rembang mencatatkan angka penurunan kematian ibu dan bayi yang sangat signifikan.

​Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat sebanyak 5 kasus (sekitar 72 kematian per 100 ribu kelahiran hidup).

Angka Kematian Bayi (AKB) tercatat sebanyak 96 kasus (sekitar 14 kematian per 1.000 kelahiran hidup).

​Dr. Ali Sofii menegaskan bahwa angka kasus pada tahun 2025 tersebut memecahkan rekor sebagai capaian terendah sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Rembang.

​Kendati meraih capaian terbaik sepanjang sejarah, dr. Ali Sofii mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri.

Tantangan kesehatan ibu dan anak terus berkembang, sehingga sinergi dan kewaspadaan harus makin ditajamkan.

​”Melalui inovasi TELPONI, seluruh pihak kita libatkan secara aktif dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Harapannya seluruh lapisan masyarakat, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan dapat bergerak secara terpadu dan seirama,” pungkasnya.

​Dengan respons cepat dari sistem pelaporan terpadu dan deteksi dini risiko tinggi, Pemkab Rembang optimistis dapat mewujudkan pelayanan kesehatan bermutu tinggi dan ramah keluarga.

Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan mampu terus menekan AKI dan AKB dari tahun ke tahun, demi melahirkan generasi masa depan Rembang yang sehat, kuat, dan cerdas.

BACA JUGA :  Viral Video ASN dan Kepala Dinas Diduga Tak Netral Dukung Paslon di Pati

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini