Foto: Truk pengangkut material uruk untuk Sekolah Rakyat (SR) di Trenggalek sisakan ceceran tanah (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Sejumlah masalah muncul dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Trenggalek.
Bahkan, banyak warga telah melayangkan protes atas aktivitas proyek tersebut.
Di antaranya, sisa material dari kendaraan angkut yang tercecer di jalan yang cukup membahayakan.
Debu dan tanah sangat mengganggu pengguna jalan di sepanjang jalur yang dilalui truk pengangkut urukan.
Terutama pada ruas Jalan RA Kartini seputar kantor Dinas Pendidikan ke arah timur.
Padahal, akses itu banyak dipergunakan siswa-siswi untuk lalu lintas sekolah, sehingga berpotensi mengancam keselamatan.
“Debu mengepul saat cuaca panas, sementara ketika turun hujan menjadikan jalan licin. Sangat berbahaya,” sebut Joko, salah satu wali murid SMPN 5 Trenggalek pada Mondes.co.id, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut dia, sejak jalan itu dipakai akses untuk truk pengangkut material proyek SR, berubah menjadi salah satu spot rawan kecelakan.
Baik bagi para orang tua pengantar-jemput anak sekolah, pelajar sendiri, maupun pengendara lain.
Pelaksana proyek dianggap lalai, serta tidak mempertimbangkan keselamatan masyarakat.
Sebab, ketika ada dampak dari pekerjaan yang dilaksanakan, sama sekali tidak muncul upaya meminimalisirnya.
Berbagai reaksi muncul karena pihak penanggung jawab pekerjaan abai terhadap kepentingan publik.
“Jika mereka punya nurani dan kepedulian, mestinya mau memahami keperluan warga lain. Setidaknya, menghentikan operasional truk pada jam masuk dan pulang sekolah. kemudian, membersihkan jalan dari sisa-sisa tanah yang tercecer,” keluhnya.
Mewakili suara warga, lanjut Joko, selayaknyalah tiap pembangunan itu mempertimbangkan berbagai aspek.
Baik aspek hukum, ekonomi, sosial atau pula lingkungan.
Sekaligus untuk lebih berhati-hati dan mau memperhatikan hal-hal yang mungkin ditimbulkan.
“Mengantisipasi juga ekses-ekses disebabkan adanya aktivitas yang dikerjakan. Wajib menjalankan prinsip kehati-hatian dan bertanggung jawab memberikan solusinya,” pungkas Joko.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar