Pati Darurat Kekeringan, BTT Segera Dicairkan Pemkab Pati

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Sep 2026 15:07 0 229 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menjelaskan upaya dalam mengantisipasi kekeringan di sejumlah titik.

gempur rokok ilegal rembang

Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra di Kantor Bupati Pati, Senin, 7 September 2026.

Seperti yang diketahui, kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Pati semakin darurat.

Chandra menjelaskan, upaya Pemkab Pati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, menyalurkan 6 sampai 8 tangki bantuan air bersih setiap hari.

“Kekeringan di Pati ini sudah kita antisipasi. Teman-teman BPBD tiap hari juga kirim ada sekitar 6 sampai 8 tangki setiap hari ini,” ungkapnya saat diwawancarai awak media di sela jam kerja.

Disebutkan, Pemkab Pati sedang merapatkan pembahasan perumusan Belanja Tak Terduga (BTT).

Jika BTT sudah cair, maka Chandra memproyeksi penyaluran air bersih bisa sampai 48 tangki per hari.

“Anggaran yang bisa kita kucurkan untuk tangki ini bisa sampai 48 tangki tiap hari. Ini baru kami rapatkan supaya BTT ini bisa kita cairkan untuk penanganan bencana kekeringan ini,” lanjutnya.

Pemkab Pati pun mengajak perusahaan swasta untuk terlibat dalam penanganan kelangkaan air bersih.

Hal ini mempermudah Pemkab Pati menjangkau seluruh wilayah kekeringan di Bumi Mina Tani.

“Terus untuk CSR dari beberapa perusahaan juga sudah mengalir, ada kemarin dari kami sudah diskusi dengan BPD Jateng untuk penanganan masalah kekeringan ini. Jadi dari BPD Jateng juga nanti akan menganggarkan beberapa tangki, kelihatannya agak banyak nanti untuk di kecamatan-kecamatan yang terdampak kekeringan,” sebut Chandra.

BACA JUGA :  Kehadiran Sound Horeg saat Acara Budaya Dinilai Kontras dengan Nilai Luhur Tradisi 

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengungkapkan bahwa status darurat kekeringan sudah melanda Kabupaten Pati.

Oleh sebab itu, sudah sepantasnya BTT digunakan sebaik-baiknya.

“BTT untuk status keadaan darurat, artinya bisa siaga, tanggap. Kalau saat ini Pati masih siaga, kalau memang dibutuhkan BTT untuk pemenuhan hak dasar air bersih, bisa dilakukan,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kebutuhan BTT masih tahap review dari Inspektorat Daerah Kabupaten Pati.

Pihaknya menganggarkan BTT untuk penanganan kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Tahapan itu memang ada pengajuan, dan tahapannya on process review Inspektorat. Kita ajukan untuk kekeringan dan karhutla, rencananya kita optimalkan ke semua tangki di Kabupaten Pati,” ucapnya.

Nantinya, akan ada ratusan juta BTT yang diusulkan untuk penanganan kekeringan dan karhutla di Kabupaten Pati saat ini.

Dana BTT dialokasikan untuk kebutuhan selama 90 hari.

Sebagai informasi, terdapat sebanyak 25 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang kena dampak kekeringan.

Total 10.232 jiwa dari 3.057 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan di Bumi Pesantenan.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini