HAPPY NEW YEAR

Operasi Keselamatan Semeru di Trenggalek Berlangsung Dua Minggu

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Feb 2026 13:09 0 105 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Selama 14 hari ke depan, terhitung sejak hari ini Senin (2/2/2026), Polres Trenggalek menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Kegiatan terstruktur tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Ditandai dengan penyematan pita kepada perwakilan dari TNI, Polri, dan Dishub dalam apel pasukan di halaman Mapolres, secara resmi operasi dimulai.

Saat menyampaikan amanatnya, Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto sebagai pimpinan apel, menyebut jika kegiatan ini bukan sekadar sebagai seremonial belaka.

“Apel ini untuk final check kesiapan, baik personel, sarana, dan prasarana pendukung, hingga soliditas sinergitas lintas sektoral, sehingga dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Menurut Kompol Herli, masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas, berkorelasi lurus dengan meningkatnya pelanggaran yang terjadi.

Termasuk, rendahnya pemahaman, serta tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan.

Kondisi itu diperburuk oleh perilaku pengemudi yang tidak disiplin, sehingga berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan.

“Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 sampai dengan 15 Februari 2026,” ujar Wakapolres.

Dirinya menambahkan, untuk tema yang diusung adalah “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Hal ini menegaskan bahwa agenda dimaksud merupakan cipta kondisi (cooling system) pra-Operasi Ketupat (Idulfitri 1447 H), sehingga segala potensi gangguan dapat diminimalisir sejak dini.

“Melalui ini, segala potensi gangguan bisa kita minimalkan,” imbuhnya.

Polres Trenggalek, lanjut Kompol Herli, melibatkan sekitar 60 personel gabungan lintas fungsi kepolisian.

BACA JUGA :  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Beri Lampu Hijau Pembangunan RS Bhayangkara di Pati

Keseluruhan terbagi dalam beberapa Satuan Tugas (Satgas).

Di antaranya Satgas Lidik, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum, dan Satgas Banops.

Sedangkan titik yang menjadi sasaran operasi, antara lain seputar lokasi wisata dan pusat keramaian seperti Alun-alun, Pasar Pon, taman kota, dan Huko.

Selain juga, pada kawasan-kawasan rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Seperti, Jl. Dewi Sartika Trenggalek, Jl. Ki Mangun Sarkoro Trenggalek, Jl. P. Sudirman Trenggalek, Jl. R.A Kartini Trenggalek, Jl. Sukarno-Hatta Trenggalek, Jl. Setia Budi Trenggalek, Jl. Brigjend Soetran Trenggalek, Jl. Raya Ponorogo–Tugu, Jl. Raya Gandusari–Kampak, Jl. Raya Trenggalek–Tulungagung dan Jl. Raya Trenggalek–Pacitan.

“Dalam pelaksanaannya, tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tegas. Skala persentase operasi keselamatan semeru 2026 adalah 20% kegiatan penegakan hukum menggunakan ETLE dan teguran simpatik, 40% kegiatan preemtif, dan 40% lainnya adalah preventif,” tegas Wakapolres.

Tak lupa, dirinya menekankan kepada seluruh anggota yang terlibat operasi, agar melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab.

Memaksimalkan kegiatan ramp check, maupun tes kesehatan bagi pengemudi kendaraan angkut.

Meningkatkan kewaspadaan dan sense of crisis terhadap potensi bencana alam, sekaligus memperkokoh sinergitas, serta kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan intansi terkait.

“Waspada terhadap segala bentuk ancaman maupun bencana alam dan perkokoh sinergitas kolaboratif antar stakeholder,” pesannya.

Apel gelar pasukan ditutup dengan pengecekan sejumlah kendaraan dinas yang akan digunakan sebagai sarana prasaran penunjang  kegiatan.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini