ramadan 2026

Miris, Kesadaran Warga Buang Sampah Pada Tempatnya di Rembang Masih Minim

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Mar 2026 12:28 0 34 Supriyanto

MENUMPUK: Lokasi pembuangan sampah di kawasan Jl. Slamet Riyadi No. 25, Sumberjo Rembang tampak berserakan. (Mondes/Supriyanto)

Demokrat Joni Kurnianto 2026

REMBANG – Mondes.co.id | Pemandangan tidak sedap kembali menghiasi salah satu sudut titik pembuangan sampah di wilayah Kecamatan Rembang. Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang telah menyediakan fasilitas pendukung berupa kontainer sampah, tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai sangat minim.

 

​Pantauan di lokasi yang terletak di kawasan Jl. Slamet Riyadi No. 25, Sumberjo, menunjukkan tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga justru meluber ke tanah dan memenuhi area di sekitar bak penampungan. Hal ini memicu aroma tidak sedap dan merusak estetika lingkungan sekitar.

ketua pgri

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari pihak otoritas terkait. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Rembang, Agus Triono, menyayangkan perilaku oknum warga yang seolah tidak memedulikan fungsi fasilitas yang telah disediakan negara.

 

​Ia mengungkapkan kekecewaannya saat melihat langsung kondisi lapangan di mana tumpukan sampah justru berada di bawah atau di samping kontainer, padahal kapasitas di dalam bak tersebut masih sangat mencukupi.

 

​”Kami sudah menyediakan dua kontainer besar di lokasi tersebut untuk memudahkan warga. Namun sangat disayangkan, sampah malah dibuang berserakan di bawah, padahal kondisi kontainer di dalamnya sebenarnya masih kosong atau belum penuh,Ini personil UPT sudah membersihkan sampah yang di buang di luar kontainer mas,” keluh Agus saat dimintai keterangan pada Senin (23/3/2026).

BACA JUGA :  Pendaftaran PPPK Tahap 2 Rembang Diperpanjang, Peluang Emas bagi Tenaga Non-ASN

 

 

​Menurut Agus, kebiasaan membuang sampah di luar tempat yang semestinya ini sangat merugikan. Selain menyulitkan petugas kebersihan saat proses pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sampah yang berserakan di tanah lebih cepat membusuk dan menjadi sarang penyakit, terutama di musim yang tidak menentu seperti sekarang.

 

​Luberan sampah ini juga dikhawatirkan akan menyumbat saluran drainase jika tertiup angin atau terbawa air hujan, yang pada akhirnya dapat memicu genangan air di area sekitar pemukiman warga.

​DLH Kabupaten Rembang terus berupaya melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih tertib. Namun, Agus menekankan bahwa upaya pemerintah tidak akan membuahkan hasil tanpa adanya partisipasi aktif dan perubahan perilaku dari masyarakat itu sendiri.

 

​”Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga, tolong buanglah sampah ke dalam bak yang sudah tersedia. Jangan hanya asal lempar ke area sekitarnya. Kebersihan kota Rembang adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan,” tegasnya.

 

​Diharapkan dengan adanya pemberitaan ini, muncul kesadaran kolektif dari warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan demi mewujudkan Rembang yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

(red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini