Mengulas Filosofi di Balik Tradisi Kupat Lepet Jepara

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 08:48 0 543 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Tradisi Kupat Lepet menjadi salah satu pelestarian budaya yang dilakukan oleh warga Jepara setiap tahunnya.

gempur rokok ilegal rembang

Pada tahun ini, tradisi tersebut turut memeriahkan Pesta Lomban 2026 yang digelar di Pantai Kartini, baru-baru ini.

Hanya dalam kurun waktu sekitar 15 menit, ribuan kupat dan lepet yang disusun dalam dua gunungan, ludes diserbu warga usai prosesi larungan kepala kerbau Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026.

Ribuan warga memadati kawasan lapangan Pantai Kartini kala itu.

Usai Bupati Witiarso Utomo dan Forkompinda Jepara memotong tali dari janur kuning, warga langsung menyerbu gunungan kupat dan lepet yang menjadi puncak acara tahunan tersebut.

Berebut kupat dan lepet, sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur.

Salah satu warga, Eko (35), mengaku senang bisa mendapatkan bagian dari gunungan tersebut.

Ia bersama keluarganya telah bersiap sejak awal di barisan depan.

“Alhamdulillah dapat banyak. Tadi nunggu di depan, panas-panasan tapi akhirnya dapat juga. Nanti mau digantung di kendaraan,” ujarnya dengan wajah semringah.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menjelaskan makna filosofis di balik tradisi kupat dan lepet.

“Kupat dari kata ngaku lepat, artinya mengakui kesalahan. Lepet melambangkan kebersamaan yang erat. Setelah Idulfitri, kita diajak untuk saling memaafkan, saling menguatkan, dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya didampingi Wabup M Ibnu Hajar.

Ia juga menambahkan, tradisi ini merupakan wujud syukur masyarakat pesisir Jepara, khususnya para nelayan, atas rezeki yang diberikan dari laut.

BACA JUGA :  Semarak Hari Jadi Rembang ke-285, Lomba Puisi Tingkat SD Warnai Gerakan Pangan Murah

“Dari laut, kita belajar tentang kerja keras tanpa kenal lelah, keberanian menghadapi tantangan, serta pentingnya kebersamaan,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap Pesta Lomban, termasuk Festival Kupat Lepet, dapat semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik wisata unggulan daerah.

“Kita ingin Pesta Lomban ini semakin ramai, semakin dikenal, dan tentunya membawa berkah bagi masyarakat Jepara,” kata dia.

Editor: Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini