Foto; Kepala BNNK Trenggalek, AKBP Wiji Rahayu (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Tahun 2025 lalu, di Kabupaten Trenggalek terlihat ada peningkatan transaksi dan peredaran narkotika.
Hal tersebut berdasarkan data yang tersaji pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek.
Indikasinya, terdapat lonjakan klien rehabilitasi di Klinik Pratama Harapan Sehat BNKK Bumi Menak Sopal itu.
Kepada awak media, Kepala BNNK Trenggalek, AKBP Wiji Rahayu mengatakan jika periode 2025 kemarin memang ada kelebihan jumlah rehabilitas.
Sebab, dari target semula 15 pasien (rehabilitasi), tapi faktanya menjadi 39 orang atau membengkak hingga 200 persen.
“Tahun 2025 untuk target rehabilitasi Klinik BNNK Trenggalek adalah 15 orang. Namun terjadi lonjakan signifikan, yakni 93 orang. Walau memang, sebenarnya tiap tahun itu mengalami peningkatan,” sebut AKBP Wiji, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut dia, untuk penyebab utama, didominasi para pengguna atau penyalahguna obat terlarang dan narkotika.
Salah satunya, jenis sabu yang memang merupakan sumber stimulan.
Kemudian lagi, peredaran serta konsumsi produk farmasi legal, namun tanpa izin.
Karena pemakaiannya di luar aturan medis, sehingga dikategorikan sebagai penyalahgunaan dan sangat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bahkan ketergantungan.
“Meski sebenarnya obat atau produk farmasi itu legal, namun disalahgunakan. Ada yang mengaku dipakai sebagai doping ataupun sarana untuk menenangkan diri,” imbuhnya.
Sebagaimana tercatat, lanjut AKBP Wiji, sepanjang tahun lalu (tahun 2025), total klien yang menjalani program rawat jalan 39 orang, serta satu klien rawat inap dirujuk ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.
Didominasi oleh klien berusia antara rentang 25 hingga 35 tahun.
Namun demikian, terdapat juga yang di bawah 18 tahun.
“Kebanyakan klien rehabilitasi berasal dari Kecamatan Watulimo,” ujar Kepala BNNK.
Munculnya peningkatan (jumlah klien rehabilitasi), masih sambung dia, kemungkinan dipengaruhi oleh bertambahnya rujukan dari Tim Assessment Terpadu (TAT).
Berbanding lurus dengan meningkatnya ungkap kasus narkotika di wilayah kerja BNNK Trenggalek.
“Bertambahnya pengungkapan kasus narkoba mempengaruhi peningkatan rujukan dari TAT, sehingga memicu naiknya angka rehabilitasi di Trenggalek,” tandas mantan Wakapolres Trenggalek tersebut.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar