Foto: Djuminah (65) saat disambangi di dalam kamar sederhananya di RT 4/RW 3, Kelurahan Kauman, Kecamatan Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Waktu seolah berjalan lambat bagi Djuminah (65) di dalam kamar sederhananya di RT 4/RW 3, Kelurahan Kauman, Kecamatan Jepara.
Perempuan lansia itu hanya bisa berbaring lemah.
Tubuhnya kian kurus, digerogoti penyakit liver dan kanker payudara yang telah lama ia derita.
Masa tua yang idealnya diisi dengan ketenangan, justru harus dilalui Mbah Djuminah di tengah derita fisik yang mendera.
Situasi makin berat karena ia tak lagi memiliki keluarga inti.
Anak semata wayangnya telah lebih dulu berpulang, meninggalkannya hidup sebatang kara.
Kendati demikian, kepedulian sesama tak sepenuhnya meninggalkan Mbah Djuminah.
Belakangan ini, Aditya, seorang kerabat jauh, dengan tulus telaten merawat kebutuhan sehari-harinya.
Upaya medis pun sempat ditempuh dengan membawanya berobat ke RSUD RA Kartini Jepara, meski keterbatasan biaya dan tenaga masih menjadi tantangan besar.
Secercah harapan akhirnya hadir saat rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara bertandang ke kediamannya.
Kedatangan mereka membawa bantuan biaya hidup, serta paket sembako untuk meringankan beban lansia tersebut.
Dipimpin Wakil Ketua I BAZNAS Jepara, Ali Masyhuri, kunjungan tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Jepara dan pihak kelurahan setempat.
Di samping tempat tidur Mbah Djuminah, rombongan memberikan doa dan dukungan moril secara langsung, agar ia senantiasa diberi ketabahan dan kesembuhan.
Ali Masyhuri menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata amanah dari para muzaki dan munfiq yang menyalurkan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Jepara.
“Kami mendoakan agar Mbah Djuminah bisa segera diberi kesembuhan. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki dan munfiq yang telah menunaikan zakat serta sedekahnya melalui BAZNAS Jepara,” ujar Ali Masyhuri di sela-sela kunjungan.
Kisah Mbah Djuminah menjadi cermin ketabahan di tengah keterbatasan.
Di balik sunyinya kamar di Kelurahan Kauman, uluran tangan dan kepedulian sesama membuktikan bahwa ia tidak benar-benar sendirian melewati masa-masa sulitnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini