Foto; Eka Fefti Andriyani, seorang pelaku usaha henna art asal Pati (Mondes/dok. pribadi) PATI – Mondes.co.id | Eka Fefti Andriyani harus percaya diri dan menguasai berbagai bidang.
Pasalnya, menjadi pengusaha diperlukan keterampilan hingga menguasai bidang usahanya.
Sebagai wanita karier, Eka tergolong mumpuni karena ia mempunyai tiga usaha yang ditekuni.
“Selain henna art, saya juga punya make up dan katering,” ungkap perempuan asal Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti itu, Sabtu (14/3/2026).
Perempuan usia 25 tahun itu mengatakan, usaha henna art dan rias pengantin sudah tiga tahunan berjalan.
Sedangkan, usaha katering baru 1,5 tahun.
“Awal pandemi tidak ada riasan, jadi beralih profesi ke katering. Sempat buka kedai juga. Intinya tetap berusaha,” imbuhnya.
Dia menuturkan, penghasilannya per hari kisaran Rp300 ribu hingga Rp800 ribuan, tergantung orderan.
“Henna art bisa dua kali sehari. Misalnya ada tambahan katering ya kurang lebih Rp800 ribuan per hari,” tuturnya.
Menurutnya, menjadi wanita karier itu tidak mudah.
Ia harus bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat.
“Harus percaya diri sih. Aku tidak takut bersaing dengan yang lain. Yang tak kalah penting menjalin hubungan baik dengan mitra kerja,” ucap Eka.
Baginya, menyiapkan mental itu perlu, apalagi penyakit anak muda takut menghadapi kompetitor, sehingga harus tahu cara menghadapi pesaing.
“Persaingan itu wajar. Jadikan kompetitor sebagai motivasi dan buat persaingan sehat di pasar yang sama,” katanya.
Dikatakannya, belajar menjadi pebisnis bisa dari mana saja, tidak hanya di bangku sekolah.
Apalagi, saat ini dunia sudah berkembang, bisa lihat tutorial di media sosial (medsos).
“Kalau aku sih otodidak. Belajar dari pengalaman, ikut yang lebih ahli, nanti ilmunya tersalurkan,” tandasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar