Kemeriahan Perayaan Dharma Shanti di Pendopo Kartini Jepara

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 10:37 0 70 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Umat Hindu di Kabupaten Jepara memperingati Dharma Shanti Nyepi 1948 Saka di Pendopo Kartini, kemarin.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Acara itu juga dihadiri Umat Hindu Se-Pati Raya yang meliputi Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan.

Perayaan Dharma Shanti dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Jepara berlangsung meriah dengan penampilan ogoh-ogoh setinggi 2,5 meter.

ketua pgri

Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan yang diikuti ratusan umat Hindu.

Mereka mengikuti rangkaian acara dengan khidmat sekaligus antusias menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh untuk pertama kalinya ditampilkan dalam perayaan yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara 2026.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Jawa Tengah, Tri Wahono, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Eko Pujianto.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara sekaligus Penasehat Kegiatan, Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, Ketua PHDI beserta Umat Hindu Kabupaten Jepara Ngarbiyanto.

Bupati Jepara H.Witiarso Utomo, mengatakan pertama kalinya Dharma Santi Nyepi dilaksanakan di Pendopo Kartini, Kabupaten Jepara.

Ini bukan sekadar perpindahan tempat acara, tetapi merupakan penanda sejarah bahwa Pendopo R.A. Kartini Jepara benar-benar menjadi rumah kebersamaan seluruh masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa pendopo ini bukan hanya ruang pemerintahan. Pendopo ini adalah simbol bahwa pemerintah hadir untuk seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang keyakinan,” ucap Mas Wiwit.

Rumah yang terbuka bagi semua anak bangsa, semua agama, semua golongan, dan semua tradisi yang tumbuh di bumi Kartini.

BACA JUGA :  Berharap Diperintahkan Tiarap, Ketua DPC PDIP Pati Tunggu Konfirmasi Ketum

“Saat mengunjungi Pura Darma Loka, Desa Plajan beberapa waktu lalu, saya mempersilakan dan bahkan mengundang pelaksanaan Dharma Santi Nyepi di tempat yang sangat bersejarah ini. Bahkan jika umat Budha, Katolik, Konghucu, hingga Penghayat Kepercayaan juga kersa merayakan hari besar agamanya di Pendopo Kartini, saya sangat senang, dan memberi ruang sama,” tambahnya

Menurut Mas Wiwit, semangat Dharma Santi hari ini sangat sejalan dengan ruh program Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, danReligius).

Inti keduanya sama memperkuat kedekatan, mempererat persaudaraan, dan menjaga harmoni sosial.

Pemerintah Kabupaten berupaya membantu tempat-tempat ibadah lintas agama agar semakin layak dan nyaman digunakan masyarakat.

Komitmen tersebut sebagai bentuk nyata bahwa pemerintah hadir untuk semua.

“Kami tidak membedakan masjid, gereja, pura, vihara, maupun tempat ibadah
lainnya. Semua kami pandang sebagai pilar penting dalam menjaga ketenteraman masyarakat Jepara,” terang Mas Wiwit.

Perayaan Dharma Santi Nyepi tahun ini terasa semakin istimewa, karena masih berada dalam rangkaian Hari Jadi Jepara yang diperingati setiap 10 April.

Makna pesannya sangat indah, bahwa hari jadi Jepara dirayakan dalam nuansa kebersamaan lintas budaya dan lintas agama.

“Keberadaan penjor, tampilan ogoh-ogoh, hingga suasana khas lainnya, bukan hanya menjadi simbol perayaan umat Hindu, tetapi juga menjadi wajah Jepara sebagai daerah yang ramah terhadap keberagaman budaya dan spiritualitas,”tegas Mas Wiwit.

Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah, Tri Wahono, menyatakan tema Dharma Santi tahun ini “Vasudhaiva Kutumbakam” yang berarti “Satu Bumi, Satu Keluarga”.

Memiliki makna yang sangat dalam, bahwa seluruh umat manusia sesungguhnya adalah satu keluarga besar.

Berbeda keyakinan, tetapi satu tujuan, berbeda tradisi, tetapi satu Tanah Air, berbeda cara beribadah, tetapi sama-sama mencintai Jepara dan Indonesia.

BACA JUGA :  Mitos Pesugihan Sego Dayoh, Kontroversi Hangat di Masyarakat

Seperti filosofi ogoh-ogoh yang mengingatkan kita untuk membersihkan unsur-unsur negatif dan terus mawas diri.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini