ramadan 2026

Kebahagiaan Warga Jateng Ikut Mudik Gratis

waktu baca 5 menit
Selasa, 17 Mar 2026 13:24 0 24 Dian A.

JATENG – Mondes.co.id | Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggerakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disambut antusias oleh ribuan peserta.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Beragam cara para peserta mengungkapkan rasa gembira dan rasa terima kasihnya.

Salah satunya sebagaimana yang dilakukan oleh salah satu peserta, Lulik Setiyawan.

Penjual bakso asal Kabupaten Karanganyar ini sengaja menghadiahi sebungkus bakso kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, karena merasa gembira bisa ikut program ini.

Momen tersebut terjadi saat Gubernur Ahmad Luthfi menyapa para peserta Mudik Gratis Pemprov Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kemarin.

Tepatnya, saat ia meninjau dan menyapa pemudik di bus nomor 21 tujuan Kabupaten Karanganyar.

Di tengah asyik dialog menanyakan perasaan dan pekerjaan para pemudik, tiba-tiba Ahmad Luthfi disodori sebungkus bakso.

Ahmad Luthfi pun menerima sebungkus bakso itu dengan diselingi tawa hangat.

Ia juga membalas dengan memberikan paket berisi makanan ringan untuk bekal di perjalanan.

“Kamu pekerjaannya apa, sudah ikut mudik gratis berapa kali?” tanya Ahmad Luthfi saat sampai ke tempat duduk Lulik.

Lulik kemudian menjawab bahwa ia bekerja sebagai pedagang bakso keliling, tepatnya di kawasan Jakarta Selatan.

“Top, dikasih bakso aku. Besok baliknya ikut program Balik Rantau Gratis juga? Bisa ngirit dong. Penting senang dan sehat ya,” kata Luthfi menanggapi.

Di lain sisi, Lulik menceritakan bahwa sudah ikut mudik gratis dari Pemprov Jateng sejak tahun 2016 dan berhasil menghemat untuk ongkos mudik keluarganya ke Karanganyar.

BACA JUGA :  Rawat Aset Bangsa, Disdikbud Pati Suguhkan Buku Bacaan Keliling

“Mudik gratis ini sangat membantu sekali buat saya sekeluarga. Sudah ikut program ini dari 2016 kalau nggak salah. Dari dulu daftarnya masih antre di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah sampai sekarang bisa daftar lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN),” ujarnya.

Mudik Gratis dari Bandung

Ribuan orang telah diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menuju kampung halaman masing-masing menggunakan armada bus.

“Kita melepas mudik gratis untuk daerah Jawa Barat, Bandung, Cimahi, dan sekitarnya,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut di sela-sela keberangkatan.

Sebanyak 1.142 pemudik diberangkatkan menggunakan 23 bus menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Kebumen, Klaten, Sukoharjo, Banjarnegara, Tegal, Grobogan, Demak hingga Wonogiri.

Gus Yasin menekankan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam perjalanan ini.

Ia memastikan bahwa seluruh kru armada telah melalui rangkaian pemeriksaan ketat sebelum diizinkan mengangkut penumpang.

Menariknya, perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak berhenti pada titik keberangkatan saja.

Gus Yasin memastikan bahwa layanan prima tetap menanti para pemudik saat mereka tiba di terminal-terminal tujuan di Jawa Tengah.

“Nanti sesampainya di terminal tipe B di Jawa Tengah, kami menyambut dengan pemeriksaan kesehatan kembali. Kami sudah menyiapkan pemeriksaan gratis lewat program Speling. Kami juga menyediakan internet gratis,” kata Gus Yasin.

Tingginya antusiasme warga Jawa Tengah di perantauan tahun ini diakui cukup luar biasa oleh panitia penyelenggara.

Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengungkapkan minat warga sebenarnya jauh melampaui kuota yang tersedia.

Berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, peminat mudik gratis mencapai 2.356 orang, sayangnya tidak terfasilitasi semua.

“Saya sampai kewalahan bagaimana menolaknya karena semua adalah teman-teman kita,” kata Farchan.

BACA JUGA :  Penimbunan Solar di Eks Pasar Hewan Sumberejo, Dindagkop UKM Sebut Bangunan Ilegal

Karena keterbatasan tersebut, panitia menerapkan sistem seleksi yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Farchan merinci bahwa prioritas diberikan kepada masyarakat dengan latar belakang ekonomi tertentu.

“Kami seleksi apakah dia pedagang kaki lima atau bukan, memiliki SKTM atau tidak, apakah dia buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Itu yang menjadi pilihan utama kami,” jelasnya.

Dari 1.142 pemudik, peserta terbanyak berasal dari Cilacap sejumlah 339 orang, Sukoharjo 150 orang, dan Banjarnegara sejumlah 98 orang.

Program mudik gratis untuk perantau asal Jateng di wilayah Bandung Raya sudah telaksana 5 kali.

Pada 2022, program ini hanya memfasilitasi 3 bus, dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pemudik Disabilitas

Menjelang pelepasan program mudik gratis 2026, langkah kaki Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen terhenti di lorong sempit sebuah bus yang terparkir di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung.

Ia berhenti lantaran melihat penumpang bus yang berbaring di deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan panitia.

Dia adalah Adelia Adinda Putri (25).

Gadis asal Sukoharjo pengidap hidrosefalus ini tak bisa duduk, apalagi berjalan.

Seluruh perjalanan mudiknya kali ini harus ia lalui dengan merebah di atas deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan.

“Tadi ada dua yang istimewa. Salah satunya Adelia ini, dia tidak bisa duduk karena sakit di punggung,” ujar Gus Yasin sapaan akrabnya.

Ia menegaskan layanan pemerintah tidak boleh berhenti di terminal dan akan memastikan Adelia diantar sampai ke rumahnya.

“Nanti sampai di Terminal Sukoharjo, akan kita antar dengan mobil yang sudah kita siapkan sampai ke rumahnya,” jelasnya.

Ibu Adelia, Tutik Dwi (56), tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

BACA JUGA :  Keok Atas Persikas di Kandang, Persipa Harus Rela Terdegradasi dari Liga 2

“Baru sekali ini ikut. Dulu pernah mau ikut, tapi adiknya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, jadi batal,” tuturnya.

Awalnya, panitia bahkan menawarkan penjemputan ambulans hingga ke rumah.

“Tadinya mau dijemput sampai rumah pakai ambulans, tapi saya enggak enak sama petugasnya. Jadi kami langsung berangkat sendiri saja,” katanya.

Bagi Tutik, perjalanan pulang ini bukan sekadar perjalanan biasa.

Ia merasakan perhatian yang begitu besar dari panitia terhadap kondisi putrinya.

“Pengurus dan panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Editor; Mila Candra

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini