Kasus Pembunuhan di Talun Bergulir, Keluarga Korban Desak Polisi Temukan Dalangnya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 16:01 0 148 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya pemuda Desa Talun, inisial FD (18) saat membangunkan sahur, telah dilimpahkan ke kejaksaan oleh kepolisian.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Meski begitu, pihak keluarga korban menuntut kepolisian untuk lebih terbuka dalam mengusut kasus pembunuhan.

Keluarga dan teman-teman korban pada hari ini, Sabtu, 28 Maret 2026, mendatangi Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Pati.

Sebanyak puluhan orang pun meminta reka adegan peristiwa pengeroyokan mendiang FD yang amat sangat brutal.

ketua pgri

Perwakilan keluarga korban, Nailis Sa’adah, mendorong Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati agar mengungkap dalang di balik penganiayaan sang keponakannya.

“Kami menuntut dua hal, pertama keluarga ingin diadakan reka adegan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sama dihadirkan saksi dari tersangka sama korban dipertemukan,” ungkapnya kepada awak media.

Ia kecewa dengan kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) yang dinilai tidak kooperatif mengusut.

“Jujur tetap kurang puas terhadap vonis, soalnya berkas sudah naik ke kejaksaan, pihak korban tidak diberitahu BAP-nya. Empat tersangka, dugaan bisa jadi ada lagi. Nunggu sidang,” lanjut Nailis.

Menurut penuturannya, dari empat pelaku, ada satu yang melakukan penusukan.

Namun, pihaknya masih mempertanyakan dalang di balik penganiayaan itu.

“Empat pelaku sudah ditahan tanggal 12 Maret, yang mengaku satu (melakukan penusukan). Belum tahu siapa dalangnya, dikambinghitamkan atau tidak,” ujarnya.

Pihak keluarga tegas menyelesaikan kasus pengeroyokan yang menewaskan FD ke jalur hukum.

Walaupun, pintu maaf tetap dibuka, tetapi proses hukum tetap dilanjutkan.

BACA JUGA :  Instruksi Pusat, Instansi di Pati Larang Rekrut Honorer

“Tidak ada kata damai. Dari awal pihak korban membuka pintu maaf, tapi proses hukum tetap berlanjut,” tegas perempuan yang merupakan bibi korban.

Perlu diketahui, pihak keluarga dan teman-teman korban sempat melakukan aksi di balai desa pada Jumat, 27 Maret 2026 malam.

Pemerintah Desa (Pemdes) Talun diminta mendampingi keluarga korban.

“Semalam ada aksi di balai desa. Tuntutan kita minta perangkat desa mendampingi korban dan pemuda, supaya segera diusut tuntas, ndak jalan di tempat karena ini kesannya diam-diam,” tandasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini