Foto; Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Imbas langsung memanasnya suhu geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Israe, dan Amerika Serikat, mulai dirasakan masyarakat dunia.
Termasuk puluhan warga Indonesia yang kini tengah berada sekitar kawasan konflik.
Hal tersebut terjadi, disebabkan adanya dampak atas penutupan beberapa jalur penerbangan internasional.
Sehingga banyak maskapai menunda jadwal aktivitas operasional mereka.
Akibatnya, sekitar 58 jemaah umrah asal Kabupaten Trenggalek tidak bisa segera pulang ke Tanah Air.
Termasuk Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beserta istri yang juga tertahan di Arab Saudi.
Dikonfirmasi awak media, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah, menyebut jika puluhan jemaah yang kini masih belum bisa kembali tersebut, berangkat dari berbagai daerah serta kelompok terbang.
Meski sebagian telah menyelesaikan rangkaian ibadah mereka, tetapi demi alasan keamanan, sehingga kepulangan dilakukan reschedule.
“Maskapai menunda kepulangan jemaah dengan alasan keamanan. Berdasarkan informasi, ada 58 orang (jemaah umrah) masih di Arab Saudi,” sebutnya, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Subhan, rombongan yang berangkat pertengahan Februari 2026 biasanya melaksanakan perjalanan selama 12 hari.
Namun, dikarenakan dinamika ketegangan antar negara di kawasan, menyebabkan perubahan jadwal.
Petugas dari Kemenhaj tetap melakukan kordinasi intensive dengan berbagai pihak, sekaligus memantau kondisi terkini para jemaah.
“Kami terus memantau kondisi mereka secara berkala, termasuk menjalin komunikasi dengan pihak maskapai. Prioritasnya untuk memastikan seluruh jemaah dalam keadaan aman,” jelas Kepala Kemenhaj Kabupaten Trenggalek itu.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar sementara waktu menunda keberangkatan ibadah ke Tanah Suci.
Menunggu dahulu keadaan benar-benar aman dan stabil, demi keselamatan bersama.
Meski memang ketika memasuki masa akhir Bulan Ramadan dalam tradisi sebelumnya menjadi puncak kunjungan umrah.
Akan tetapi, memanasnya tensi antar negara di area sekitar tanah Arab, haruslah menjadikan pertimbangan.
Semua pihak seyogyanya menyadari akan resiko maupun segala potensi kerawanan yang muncul.
“Kemenhaj Trenggalek mengimbau warga yang belum berangkat agar menunda perjalanan hingga situasi kembali stabil. Untuk jemaah yang di sana, kita doakan bersama agar segera bisa pulang dengan selamat,” imbaunya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar