ramadan 2026

Harga Kambing di Rembang Anjlok, Dintanpan Usulkan untuk Menu MBG

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 11:34 0 40 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang melakukan monitoring intensif terhadap transaksi jual beli ternak di Pasar Hewan Pamotan pada Selasa (3/3/2026).

Langkah ini diambil menyusul isu merosotnya harga kambing dan domba yang kian meresahkan para peternak lokal.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, tren penurunan harga kambing memang nyata terjadi.

Salah satu pedagang di Pasar Pamotan mengungkapkan bahwa penurunan harga per ekor bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000.

Kondisi ini diperparah dengan sepinya minat pembeli, meski stok hewan di pasar sangat melimpah.

​Pengelola Pasar Pamotan, Topo, membenarkan situasi tersebut.

Ia mencatat aktivitas pasar hari ini tergolong lesu.

​”Hari ini ada sekitar 300 ekor kambing di pasar, tapi suasana agak sepi. Berbeda dengan sapi yang harganya masih stabil. Bahkan untuk sapi, kami analisa akan naik menjelang Idulfitri nanti,” ujar Topo.

​Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyatakan bahwa pihaknya sedang menganalisa secara mendalam penyebab penurunan harga yang terus terjadi.

Ia mengakui bahwa karena pasar ternak Rembang sudah menembus lintas kabupaten dan provinsi, fluktuasi harga menjadi sulit dikendalikan secara makro.

​”Kami sedang mencari solusi atau alternatif yang bisa dilakukan di level kabupaten. Jika serapan pasar lokal bisa kita tingkatkan, ini akan sangat membantu peternak kita agar tidak semakin terpuruk,” ungkap Agus.

​Ide untuk Menu MBG

​Sebagai langkah konkret untuk mendongkrak kembali harga kambing, Agus Iwan melontarkan ide inovatif.

BACA JUGA :  Ternyata Kampung Singkong Salatiga Bisa Jadi wisata Unggulan

Ia berencana mengusulkan agar komoditas kambing dapat diserap melalui program pemerintah yang sedang berjalan.

​”Ada ide dari teman-teman dinas, mungkinkah program Makan Bergizi Gratis (MBG), sesekali menggunakan menu berbahan pangan kambing? Entah itu diolah menjadi sate atau gulai yang disukai anak-anak,” jelasnya.

​Menurut Agus, jika ide ini dapat direalisasikan, maka akan ada serapan pasar yang sangat tinggi dalam waktu singkat, sehingga meningkatkan volume penjualan kambing lokal yang dinilai dapat menstabilkan harga di tingkat peternak.

Tak hanya itu, menu berbahan dari kambing juga dapat memberikan variasi asupan protein bergizi bagi anak-anak sekolah.

​Dintanpan berharap, dengan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah dan konsumsi lokal, gairah pasar hewan di Rembang dapat kembali pulih sebelum memasuki masa puncak Idulfitri.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini