OJEK: Seorang pengendara motor saat naik gerobak melintasi banjir di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti pada Minggu 11 Januari 2025.
PATI, Mondes.co.id | Ribuan rumah di Kecamatan Dukuhseti hingga saat ini masih terendam banjir. Setidaknya ribuan rumah di 6 desa hingga Minggu sore, 11 Januari 2025 masih tergenang air.
Dari data yang berhasil dicatat Pemerintah Kecamatan Dukuhseti, sebanyak 4.242 rumah di desa terdampak yang butuh bantuan. Terutama untuk kebutuhan makan, karena warga kesulitan untuk beraktivitas.
Bahkan di sejumlah titik ruas jalan Tayu-Puncel sejumlah kendaraan tidak bisa melintas. Seperti yang terpantau di Desa Alasdowo.
Untuk melintasi genangan air yang mencapai kedalaman hampir 1 meter, warga memanfaatkan ojek banjir.
“Untuk pengguna jalan, terutama sepeda motor harus memanfaatkan ojek gerobak songkro untuk melintas,” ujar warga, Mundzirun.
Sementara Camat Dukuhseti, Suhartono menyebut 6 desa di wilayahnya yang kini masih dalam pantauan.
“Yaitu Desa Ngagel, Alasdowo, Dukuhseti, Kembang, Tegalombo, dan Puncel. Setidaknya 4 ribu rumah lebih yang masih terendam air,” jelas Suhartono.
Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna menanggulangi banjir yang melanda wilayahnya.
“Kami telah berkoordinasi dengan Baznas, BPBD, dan juga PMI agar kebutuhan warga terdampak bisa segera teratasi. Namun untuk genangan air kita juga membutuhkan alat berat karena memang sejumlah saluran air tidak berfungsi optimal,” imbuhnya.
Suhartono juga mengajak sejumlah pihak, baik dari pemerintah desa maupun pribadi untuk mendirikan dapur umum.
“Dari pemdes, tadi yang mendirikan dapur umum adalah Desa Ngagel. Adapun dari pribadi, salah satu warga Alasdowo juga membantu mendirikan dapur umum,” jelasnya.
Diketahui, dari 6 desa terdampak Dukuhseti paling banyak terendam yakni 1.300 rumah. Sedangkan Kembang 766 rumah, Tegalombo 611 rumah, Alasdowo 715, Puncel 50 rumah, dan Ngagel tercatat 800 rumah. Ketinggian air yang merendam rumah warga bervariasi dari 30 sentimeter hingga 1 meter.
Redaksi
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar