HAPPY NEW YEAR

Disperkim Sebut Talud Jalur Perumahan Metaraman Raya Diperbaiki Pengembang

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Feb 2026 13:24 0 35 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan Metaraman Raya, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati masih menjadi tanggung jawab pengembang dan Pemerintah desa (Pemdes) Metaraman.

Mengingat, ruas jalan yang mengarah ke perumahan di bawah pengelolaan Pemdes setempat.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati, Ahmad Qosim ketika dihubungi Mondes.co.id, Rabu, 18 Februari 2026

“PSU Perumahan tersebut belum diserahkan ke Pemda (pemerintah daerah), sehingga tanggung jawab ada di pihak pengembang dan pihak desa, mengingat jalan tersebut merupakan jalan desa dan juga dimanfaatkan oleh perumahan. Permasalahan tersebut sudah kami bahas bersama dengan pemerintah desa,” ucapnya.

Pihaknya pun mengajak Pemdes Metaraman dan pengembang perumahan untuk bahas penanganan kerusakan talud yang menjadi akses masuk Perumahan Metaraman Raya.

Terlebih, kondisi rusaknya talud, saat ini sudah mengkhawatirkan masyarakat penghuni perumahan maupun masyarakat umum yang melintas.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kerusakan jalan talud dibenahi oleh pihak pengembang perumahan.

Pihak pemdes membantu adanya renovasi tersebut.

“Pengembang, pihak masyarakat, dan difasilitasi oleh Disperkim diperoleh kesepakatan, yang pertama jalan yang rusak area perumahan akan dibenahi pengembang. Kedua, talud jembatan mengingat proses awal adalah pembangunan bersama pengembang dan pemerintah desa maka pembenahanya akan dilaksanakan bersama,” papar Qosim.

Selain itu, pinggiran sungai akan ditata lagi oleh pihak pengembang perumahan.

Hal ini akan mengupayakan vegetasi tepi sungai kuat.

“Penguatan tepi sungai dengan vegetasi yang kuat akan difasilitasi pengembang,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Pemkab Serius Garap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bandengan

Sebagai informasi, talud jembatan ambrol di kedua sisi.

Tali rafia terpasang di lokasi untuk penanda, sekaligus agar dijauhi orang.

Kondisi ini mengancam jembatan. Bila tak segera diperbaiki, warga khawatir air hujan menggerus jembatan.

Salah satu warga, Hadi, memaparkan ambrolnya talud tersebut terjadi sejak beberapa pekan lalu.

Awalnya, tanah di sekitar talud longsor dan kesapu air sungai yang deras. Selang sepekan kemudian, talud ikut ambrol.

Ia memaparkan bila kondisi ini tak segera diperbaiki, sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Metaraman terisolir.

“Pada hujan deras akhir bulan lalu, terjadi longsoran. Membuat talud gantung. Seminggu kemudian, talud putus, akhirnya turun semua. Kalau dibiarkan lama-lama, jembatan putus menganggu akses perumahan ini, terancam terisolir,” ungkapnya, kemarin.

Sehingga diharapankan perbaikan segera dilakukan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini