Demo di Kejari Pati, AMPB Inginkan Evaluasi Kinerja Kejaksaan

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 18:48 0 302 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id |Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati hari ini, Senin, 27 Juli 2026, pada pukul 15.30 WIB.

gempur rokok ilegal rembang

Dalam aksi itu, mereka menginginkan evaluasi kinerja institusi Kejari Pati secara total.

AMPB menuntut agar tersangka kasus korupsi, Kepala Desa (Kades) Tlogosari ditangkap.

Kemudian, sejumlah jaksa di Kejari Pati dicopot dari jabatannya karena diduga melakukan tindak pemerasan terhadap para terdakwa kasus-kasus pelanggaran hukum di Bumi Mina Tani.

AMPB meminta agar Kajari Pati, Kepala Seksi (Kasi) Kejari Pati, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Pati dipecat dari jabatannya sebagai Aparat Penegak Hukum (APH).

Mereka diduga kuat menjadi makelar hukum di balik jabatan vitalnya.

“Kami AMPB, warga Pati, dan juga warga seluruh Indonesia dan juga aktivis Blora gabung. Hari ini kita memprotes kinerja Kejari Pati yang kami anggap pekerjaannya tidak becus, dan cenderung manipulasi, dan permainan hukum,” ungkap Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto saat mengomando aksi di atas mobil komando.

Ia menganggap Kejari Pati menjadi pelindung koruptor.

Bahkan, kasus yang disorot tersangka korupsi Dana Desa, Kades Tlogosari, belum tuntas hingga kini.

“Utamanya kejaksaan di Pati pelindung koruptor. Tuntutan utama memecat jaksa yang melindungi pelaku korupsi. Ada korupsi yang terang-terangan bahkan sebulan lebih tidak ada penangkapan, kami curigai ada permainan,” kata pria asal Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Ketika aksi berlangsung, Kantor Kejari Pati sudah ditinggal para pegawainya, termasuk para jaksa.

BACA JUGA :  Polresta Pati Tegaskan Larangan Pembakaran Ban Saat Demo

Hal ini dianggap sebagai simbol bahwa Kejari Pati tidak menerima evaluasi dari masyarakat.

“Untuk itu kami berjuang agar Kejari Pati diisi oleh orang-orang yang amanah, profesional, bukan orang yang haus uang, jabatan, dan memeras atas dasar transaksi keuangan. Kejaksaan Pati tidak menerima evaluasi, tidak layak diisi jajaran Kejari sama sekali,” tegas Teguh.

Terpantau, demonstran memasang sejumlah spanduk perlawanan, keranda mayat, dan ban bekas.

Berkali-kali massa menggelorakan tuntutan dengan lantang tentang keadilan.

“Keranda ini simbol kalau mati biar mati sepenuhnya, kami tidak akan terima mayat oknum Kejari yang buruk di Pati. Kain putih untuk petisi,” ujarnya.

Teguh dan massa membakar ban bekas. Namun, polisi memadamkan api dengan cepat menggunakan APAR.

Editor: Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini