Dedengkot Banser Gusar, Gus Nuril : Jangan Benturkan Saya Dengan Banser


PATI-Mondes.co.id| Salah satu Komplek eks prostitusi terbesar ‘Lorok Indah’ (LI) yang berada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini akan beralih fungsi dijadikan Pondok Pesantren Pimpinan Gus Nuril. Hal ini lantaran pemilik lahan, Musyafak telah mewakafkan tanah dan bangunannya kepada Gus Nuril untuk dijadikan Ponpes.

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Nuril Arifin yang akrab dipanggil Gus Nuril, bertekad menjadikan tempat eks prostitusi menjadi komplek santri. Dan terbukti, salah satu tempat terbesar dan mempunyai bangunan yang bagus dikawasan itu diazamkan Gus Nuril menjadi Pondok Pesantren (Ponpes) Kanjeng Pangeran Benowo Soko Tunggal (An Nuriyah 7)

“Ditempat ini saya dirikan pondok pesantren, kang Musyafak telah mewakafkan tanah dan bangunan ini untuk Ponpes. Artinya bangunan dan tanah ini sudah menjadi hak saya. Jadi kalau ada yang berani bongkar harus berhadapan dengan saya. Jadi kalau sudah saya azamkan tempat ini sebagai Ponpes maka, siapapun yang mengobrak abrik pondok pesantren bearti itu adalah PKI, tolong jangan dihapus ini,” ucap Gus Nuril saat adakan keterangan Pers usai penandatanganan Ikrar Wakaf. Jumat (17/12/3021) malam.

Menurutnya, pembongkaran bangunan bekas komplek prostitusi Lorok Indah (LI) bukan solusi terbaik, dinilai sudah melanggar amanah UUD 1945. Pemerintah seharusnya melindungi dan mesejahterakan rakyatnya, bukan menyengsarakan rakyatnya. Hal ini yang perlu menjadi perhatian oleh para Pemimpin.

“Forkopimda jangan menabrak peraturan yang sudah ada, jangan asal bongkar. Saya tidak akan tinggal diam, Peraturan daerah (Perda) jangan dijadikan alasan untuk pembongkaran. Pemerintah tidak boleh semena-mena memberlakukan rakyatnya tidak adil, yang menyebabkan persoalan baru. Saya menjamin tidak akan ada lagi prostitusi disini,” terangnya.

Lanjut Gus Nuril menambahkan, Pemerintah semestinya tidak boleh semena-mena memberikan perlakuan rakyatnya tidak adil. Pasti dampaknya akan menyebabkan persoalan baru. Selain itu, dirinya juga berpesan kepada Ketua MUI Kabupaten Pati dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk netral dalam persoalan ini.

“Saya sudah mendapat rekaman dari Ketua FKUB yang akan mengerahkan Banser untuk membantu pembongkaran bangunan ini. Jelas ini merupakan pembakaran, adu domba, dan orang yang tidak punya tanggung jawab. Tidak ada ceritanya Banser di intruksi Ketua FKUB, saya ini dedengkot Banser. Kalau sampai terjadi benturan maka ketua FKUB lah yang bertanggung jawab, saya yang akan cari,” ucap Gus Nuril.

Gus Nuril berharap dan meminta semua pihak untuk mereda, jika ingin situasinya nyaman. Perlu diketahui, lanjut Gus Nuril jika PGN ini Patriot Garuda Nusantara membela Bangsa dan Negara, Torekohnya adalah kebangsaan. Maka PGN bertekad siap mempertahankan Ponpes tersebut. Dirinya berpesan Pemimpin harus berfikir yang rasional, jangan egois terhadap rakyatnya, mengedepankan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Mudah-mudahan tidak terjadi pembongkaran dan semua pihak bisa mereda, saya melihat di depan juga ada bangunan besar, dari informasinya kandang ayam milik perwira menengah. Kalau mau menertibkan peraturan jangan pandang bulu. Ingat, tujuan kemerdekaan adalah melaksanakan amanat penderitaan rakyat perlu dijaga,  bukan membikin amanat rakyat supaya menderita. Jangan di balik itu,” tandasnya.

(As/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.