HAPPY NEW YEAR

Cegah Kebakaran, Siswa SMA N 1 Jepara Kembangkan Pengaman Kompor Cerdas

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 11:09 0 91 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Siswa SMA N 1 Jepara berhasil menciptakan STOVIX atau pencegahan kebakaran berbasis Smartphone.

Peristiwa kebakaran besar di Jepara pada 2025, menjadi titik awal lahirnya STOVIX.

Inovasi ini berupa pengaman kompor gas LPG berbasis Internet of Things (IoT).

Karya tersebut dibuat dua siswa SMA Negeri 1 Jepara. Mereka adalah Vreshita dan Hasan, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jepara.

Dalam pengembangannya, keduanya didampingi guru pembimbing M. Taufiq Muslih.

Inovasi itu mengantarkan mereka meraih Juara I Jepara Innovation Award (JIA) Volume 2.

Ajang tersebut digelar di Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara, kemarin.

Vreshita menjelaskan ide STOVIX berangkat dari peristiwa kebakaran di tempat penitipan kendaraan karyawan pabrik sepatu di Jepara yang terjadi pada 5 Mei 2025.

Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Adapun penyebabnya yakni kelalaian penggunaan kompor gas.

“Pemicunya hal sepele, tapi dampaknya besar. Dari situ kami terpikir membuat pengaman kompor gas,” ujar Vreshita, Rabu (11/2/2026).

Ia menyebut, STOVIX dirancang untuk kompor gas dua tungku.

Sistemnya terhubung dengan gawai (smartphone), sehingga pengguna dapat mematikan kompor dari jarak jauh.

Alat ini juga dilengkapi pengatur waktu.

Hasan menjelaskan fitur utama STOVIX berupa sensor pendeteksi keberadaan orang.

Jika tidak ada aktivitas di sekitar kompor, sistem akan mematikan api secara otomatis.

Fitur tersebut dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan.

“Tujuannya agar kebakaran akibat kompor bisa dicegah sejak awal,” tutur Hasan.

Hasan menambahkan, STOVIX dapat dikendalikan melalui telepon pintar.

BACA JUGA :  Atlet Persani Pati Torehkan Prestasi di Kejurnas GYMNASTICS Yunior 

Pengguna tetap bisa mengontrol kompor saat berada di luar rumah.

Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan penggunaan kompor gas.

Keduanya mengakui, proses pengembangan inovasi tersebut sempat menghadapi keterbatasan waktu.

Aktivitas sekolah tetap harus dijalani, namun akhirnya berhasil diselesaikan.

Vreshita dan Hasan berencana mengikutkan STOVIX pada ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova).

Keduanya juga menyiapkan pengembangan lanjutan, yakni sistem peladen (server) akan ditingkatkan agar jangkauan penggunaan lebih luas.

Menurut Hasan, inovasi ini dapat digunakan di berbagai daerah.

“Sasaran pengguna STOVIX adalah masyarakat luas. Bisa dipakai oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini