Foto: Beras premium sebanyak satu ton diserahkan di dapur umum Kecamatan Kalinyamatan (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Perum Bulog menyalurkan bantuan beras kepada korban banjir di Jepara.
Bantuan beras premium sebanyak 1 ton diserahkan di dapur umum Kecamatan Kalinyamatan, Kamis (15/1/2026).
Direktur SDM dan Transportasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan bencana.
Sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pangan warga.
“Bulog menyalurkan bantuan bencana berupa beras premium,” ujarnya.
Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk BPBD.
Tujuannya agar bantuan tepat sasaran, distribusi juga dapat berkelanjutan.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah,” tuturnya.
Wakil Bupati Jepara Gus Hajar, menyampaikan bantuan beras dinilai sangat membantu operasional dapur umum bagi warga terdampak banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog atas bantuan berasnya, ini sangat bermanfaat kepada masyarakat Kabupaten Jepara,” ujarnya.
Sebagai informasi, dapur umum di Kecamatan Kalinyamatan telah beroperasi selama tiga hari.
Dalam setiap proses memasak, fasilitas tersebut menyiapkan sekitar 2.337 porsi.
Kegiatan memasak dilakukan tiga kali dalam sehari.
Distribusi makanan menjangkau empat desa terdampak banjir, yakni Desa Batukali, Gerdu, Kaliombo, dan Sowan Kidul.
Usai meninjau dapur umum, Wakil Bupati bersama Sekda Jepara maupun pejabat teras terkait, melanjutkan tinjauan lapangan.
Pantauan penanganan banjir dilakukan di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Desa Gerdu dan Kaliombo, Kecamatan Pecangaan.
Monitoring juga dilakukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung.
Di Desa Batukali, Gus Hajar meninjau langsung kondisi permukiman warga terdampak.
Ia juga mengecek posko tanggap bencana desa yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga.
Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan pasca bencana.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar