HAPPY NEW YEAR

Brigade Pangan Pati Optimalkan Produktivitas Lahan di Jakenan dan Winong

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Feb 2026 11:32 0 29 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Lahan non rawa seluas 200 hektare, menjadi titik optimalisasi lahan di Kabupaten Pati.

Lahan tersebut berada pada sejumlah desa di Kecamatan Jakenan dan Winong.

Wilayah Kecamatan Jakenan tersebar di Desa Sidomulyo seluas 35 hektare dan Sembaturagung seluas 50 hektare.

Kemudian, Kecamatan Winong terletak di Desa Serutsadang seluas 25 hektare, Pekalongan seluas 25 hektare, Blingijati seluas 35 hektare, dan Karangsumber seluas 35 hektare .

Brigade Pangan ini dalam rangka memaksimalkan Indeks Pertanian (IP) 1 menjadi IP 2.

Kemudian, memaksimalkan yang semula IP 2 menjadi IP 3.

Nantinya, lahan tersebut akan dikelola oleh Brigade Pangan, sebuah lembaga pertanian yang diisi oleh petani generasi milenial atas instruksi langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

“Optimalisasi lahan non rawa ini mengoptimalkan fungsi lahan tidur di Winong dan Jakenan. Optimalisasi lahan ini dikelola oleh Brigade Pangan,” ungkap Diana Kusumawati selaku Penyuluh Pendamping Brigade Pangan Kabupaten Pati, Rabu, 18 Februari 2026.

Sebagai informasi, Brigade Pangan bertugas mengelola lahan demi swasembada pangan di Kabupaten Pati.

Sehingga, dipilihlah 15 orang petani berusia 18-39 tahun untuk meneruskan tanggung jawab mengelola lahan non rawa pasca optimalisasi lahan.

“Pasca optimalisasi lahan memberikan kesempatan generasi muda terjun ke pertanian. Brigade Pangan ini suatu pasokan yang akan mengubah cara bertani konvensional untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang dikelola sebagai modern,” lanjut Diana.

Ada pemberian alat mesin pertanian (alsintan) yang menunjang pertanian secara modern.

Serta, terdapat berbagai pelatihan mekanisasi pertanian kepada personel Brigade Pangan ini.

BACA JUGA :  Siswa SD Berkompetisi dalam Lomba MAPSI Tingkat Kecamatan Kedung

“Harapanya ini berhasil, sehingga adanya program Brigade Pangan tetap eksis, karena anak-anak muda perlu dikasih stimulan peralatan, seperti combine, drone. Dan perlu pelatihan literasi keuangan karena harus menghasilkan,” terangnya.

Manajemen kelembagaan Brigade Pangan juga perlu diberi stimulus untuk mewadahi wawasan pertanian bagi personelnya.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati turut terlibat memfasilitasi mereka dengan adanya berbagai pelatihan dan sarana-prasarana penunjang.

“Ini masih banyak yang sedang panen dengan memanfaatkan combine yang dipinjam dari dinas (Dispertan Kabupaten Pati). Setiap tiga bulan sekali ada evaluasi dari dinas. Semoga bisa berlanjut,” tuturnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini