Foto: Adi menunjukkan hasil karya kerajinan dari bonggol jagung (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Dengan memanfaatkan limbah dari bonggol jagung yang sudah tidak terpakai, Industri Kecil Menengah (IKM) Tyara Craft berhasil meraup jutaan rupiah.
Tangan terampil Adi, warga Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, menceritakan kisah perjuangan memanfaatkan limbah jagung yang banyak diperoleh dari Kabupaten Pati bagian selatan.
Hasilnya, sejak tahun 2015, berbagai macam pernak-pernik hiasan rumah berhasil ia buat dengan nilai ekonomis tinggi.
Mulai dari vas bunga, bingkai cermin, once rokok, gantungan kunci, tempat tisu, bolpoin, dan berbagai macam kerajinan lainnya berbahan dasar bonggol jagung.
“Dulu itu ceritanya saya melihat banyakan limbah bonggol jagung dari para petani jagung di Pati Selatan. Kemudian saya beli, saya olah menjadi kerajinan tangan yang kreatif,” kata Adi, Jumat, 20 Februari 2026.
Berkat bantuan promosi dan fasilitasi pemasaran dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, IKM milik Adi lambat laun mulai dikenal publik.
Selain dikenalkan melalui Plaza Pragola, Tyara Craft juga seringkali diajak pameran dalam berbagai event, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Selain dari dinas, Adi juga telah mendapatkan bantuan berupa peralatan dari Universitas Muria Kudus (UMKM) untuk menunjang produksi Tyara Craft lebih maksimal.
Hasilnya, Tyara Craft kini telah merambah sampai ke pasar nasional, bahkan mancanegara.
Hal ini membuktikan bahwa limbah di tangan orang yang terampil, bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Kami sering diajak dinas ke pameran-pameran. Jadi dari sana, produksi kami mulai dikenal dan dilirik oleh banyak orang, terutama untuk dijual lagi di objek-objek wisata, bahkan sampai ke Papua. Ada juga pekesan (broker) dari Semarang yang mengirim ke luar negeri,” imbuhnya.
Adi berharap, Disdagperin Kabupaten Pati bisa kembali mengajak dirinya dan para IKM lainya di ajang pameran.
Termasuk memberikan pelatihan ataupun bantuan peralatan yang bisa menunjang produksi.
“Ini kan mengasah kreatifitas anak-anak, seharusnya dinas bisa melirik kami untuk melatih anak-anak. Kami seringnya malah dapat bantuan dari provinsi, jadi harapanya dinas kabupaten bisa lebih peduli dengan kami,” tandasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar