Belum Terapkan WFH ASN, Plt Bupati Pati Tegaskan Fokus Kejar PAD dan Pelayanan

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 15:03 0 112 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra saat ditemui di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, Selasa (7/4/2026).

Chandra menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pelayanan publik dan konsolidasi internal secara langsung.

“Pemkab Kabupaten Pati, masalah WFH kiranya masih belum kita terapkan, karena pelayanan masih kita utamakan,” ujarnya.

ketua pgri

Selain itu, faktor jarak tempuh kantor yang relatif dekat bagi para pegawai di Pati, menjadi alasan kebijakan WFH belum mendesak untuk diberlakukan.

Menurutnya, Kabupaten Pati saat ini berada dalam masa transisi yang membutuhkan koordinasi tatap muka, guna menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat secara efektif.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan memantau perkembangan regulasi dari pemerintah pusat maupun provinsi terkait kebijakan kerja tersebut di masa mendatang.

Alih-alih fokus pada skema kerja jarak jauh, Plt Bupati Chandra justru menekankan pentingnya kreativitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dipicu oleh tren penurunan nilai transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah.

“Kita punya PAD hanya menopang sekitar 20 persen dari APBD Kabupaten Pati. Kita harus bergerak cepat, semua OPD sudah saya perintahkan untuk berkreasi meningkatkan PAD,” tegas Chandra.

Ia menambahkan bahwa fokus utama tahun ini adalah mencari pundi-pundi pendapatan di luar sektor pajak.

BACA JUGA :  Tabrakan 3 Kendaraan di JLS Pati, Berikut Identitas Korban Luka

Salah satu sektor yang kini sedang dilirik adalah pengelolaan sampah.

Chandra menilai, penanganan sampah di Pati belum maksimal, padahal memiliki potensi besar untuk mendongkrak PAD.

Menindaklanjuti potensi tersebut, Pemkab Pati kini tengah memproses kerja sama dengan pihak investor dari Australia melalui skema Danantara untuk proyek Waste to Energy (pengolahan sampah menjadi energi).

Proyek ini direncanakan akan berpusat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Pati.

Dikarenakan kebutuhan operasional proyek mencapai 1.000 ton sampah per hari, Pemkab Pati akan menggandeng kabupaten tetangga.

“Kami akan bekerja sama dengan Kudus, Grobogan, dan Rembang. Tempatnya nanti Insya Allah di Kabupaten Pati,” kata Chandra.

Sebagai langkah awal, keempat kabupaten tersebut akan segera menyusun Nota Kesepahaman (MoU), sebelum diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat untuk proses lebih lanjut.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini