HAPPY NEW YEAR

Begini Kondisi SLB di Pati Usai Terendam Banjir

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 15:33 0 32 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pati menjadi salah satu lokasi yang terdampak banjir.

Bahkan, pada pagi ini, Senin (12/1/2026) sempat ada genangan air membanjiri kompleks sekolah para anak berkebutuhan khusus (ABK) itu.

Usai direndam banjir, kondisi sekolah tampak menyisakan endapan lumpur.

Sejumlah ruangan kotor dan licin, bahkan beberapa infrastruktur dan berkas rusak.

Kondisi ini sebagaimana diungkapkan Ali Sodikin, seorang guru di SLBN Pati.

“Saat ini ada endapan lumpur habis banjir Sabtu fajar dengan ketinggian satu meter di area sekolah, dan dua meter di jalan. Dua sepeda motor satpam kami tenggelam sampai rusak,” katanya ketika diwawancarai awak media.

Belasan ruang kelas dan ruangan lainnya tampak berlumpur.

Bahkan, pihak sekolah kesulitan membersihkan sisa material banjir yang terjadi pada Sabtu (10/1/2026) dan hari ini.

“Surutnya kemarin Sabtu, tadi pagi menggenang lagi, tapi gak separah sebelumnya. Semua ruang kelas kena, ada lebih dari 12 kelas semua kena,” jelasnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati.

Namun, armada pembersih akan datang pada Selasa (13/1/2026) besok.

“Besok mendatangkan mobil BNPB semprot ruangan di kelas dan halaman karena licin. Kalau manual sulit, paling dibersihkan dikit seperti kantor, mushola, beberapa tempat untuk istirahat saja,” kata Ali.

Dampak banjir ini, kegiatan pembelajaran diliburkan hingga besok.

Pasalnya, Ali khawatir ketika datang banjir susulan, mengingat sekolah tersebut kerap dilanda banjir.

BACA JUGA :  Tangis Pilu Keluarga Korban Pembunuhan Sukolilo Meminta Keadilan

“Dari bidang kurikulum murid belajar di rumah sampai Selasa. Ada kekhawatiran banjir susulan, karena permukaan kira lebih dalam, di belakang ada sungai,” ujarnya.

Ratusan murid terpaksa menunda aktivitas belajar mengajar saat kondisi seperti ini.

“Murid tidak hanya di sekitar, ada Juwana, Dukuhseti, ada 320 murid dari SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas ). Tiap tahun banjir,” tuturnya.

Sementara, Kepala SLB Bina Citra, Achmadi Suyudi menyampaikan jika banjir yang melanda pada Sabtu lalu, menyebabkan pagar pembatas antara sekolah dengan sungai pun jebol.

“Kerusakan utama pagar karena tergerus air, akhirnya gak tahan tekanan air. Sempat ada bunyi gemuruh ternyata pagarnya runtuh, itu panjang 17 meter, sudah bangunan tembok roboh,” beber Achmadi.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini