Foto: Suasana tambak ikan nila salin yang rusak (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Banjir di Kabupaten Pati menyebabkan ribuan hektare tambak ikan nila salin terendam.
Curah hujan yang tinggi hingga membanjiri tambak, mengakibatkan petambak gagal panen.
Sebagaimana disampaikan Hadi Santosa selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati.
Ia menyebut, sebanyak 1.200 hektare lahan tambak nila di Bumi Mina Tani terendam dan rusak.
Ikan-ikan maupun bibit pun ikut hanyut.
“Tambak ikan nila salin yang terdampak banjir ada 18 desa dari 6 kecamatan. Tersebar di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, Pati, dan Kayen,” jelasnya saat diwawancarai, Selasa, 13 Januari 2026.
Dari keenam kecamatan itu, total kerugian petambak ikan nila salin mencapai Rp17 miliar.
“Namun, untuk kerugian tambak yang paling parah terdampak banjir, ada di Kecamatan Margoyoso. Dengan kerugian mencapai Rp7 miliar lebih,” ujarnya.
Ia menyebut, banjir mengakibatkan tanggul tambak jebol, sehingga ikan nila terlepas.
Pihaknya pun melakukan pendataan dan komunikasi dengan para pembudidaya ikan nila salin untuk meminimalisir kerugian.
“Tanggul jebol dan ikan banyak yang terlepas karena banjir. Kita sudah upaya untuk berkomunikasi dengan petani untuk memasang waring supaya ikan tidak lepas ketika ada banjir susulan yang lebih besar,” tandasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar