ramadan 2026

Abdul Wachid Dorong Percepatan Izin Cathlab RSUD RA Kartini

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 15:34 0 27 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Anggota DPR RI asal Jepara, H. Abdul Wachid, membawa kabar baik bagi masyarakat Bumi Kartini.

Penantian panjang penderita penyakit jantung peserta BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan di daerah sendiri segera berakhir.

Berkat koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan, RSUD RA Kartini dipastikan bakal melayani tindakan jantung intervensi mulai tahun ini.

Langkah ini merupakan respons cepat Abdul Wachid setelah menerima keluhan warga mengenai sulitnya akses layanan jantung bagi peserta BPJS.

Selama ini, warga Jepara harus dirujuk ke RSUD dr. Loekmonohadi Kudus atau Semarang dengan masa antrean pemasangan ring jantung yang bisa mencapai satu bulan.

“Alhamdulillah, ini kabar yang sangat menggembirakan. Saya sudah sampaikan langsung persoalan ini dalam rapat kerja bersama Kemenkes, Bappenas, dan BPJS yang dipimpin oleh Prof. Sufmi Dasco. Intinya, warga Jepara tidak boleh lagi kesulitan mengakses layanan jantung hanya karena kendala administratif BPJS,” tegas Abdul Wachid, Kamis (5/3/2026).

Politisi asal Margoyoso Jepara ini, menjelaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus.

Menurut Wachid, RSUD RA Kartini sebenarnya telah memiliki kesiapan yang mumpuni, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dokter spesialis, maupun ketersediaan alat medis.

Namun, selama ini kendala biaya mandiri yang mencapai ratusan juta rupiah, membuat layanan tersebut sulit diakses masyarakat kecil.

“Sebenarnya dokter kita lengkap, peralatan kita memadai. Masalahnya hanya di izin BPJS. Dengan adanya komitmen dari Wamenkes, layanan ini tinggal menunggu waktu saja. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan warga Kota Ukir mendapatkan layanan kesehatan yang andal,” tambah pimpinan Komisi VIII DPR RI tersebut.

BACA JUGA :  Antara Ada dan Tiada, Camera Trap Rekam Macan Muria Sebanyak 13 Tangkapan

Abdul Wachid juga terus mendorong Kementerian Kesehatan untuk memberikan dukungan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), guna pengembangan gedung dan penambahan dokter subspesialis di RSUD RA Kartini.

Meskipun saat ini DAK diprioritaskan untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), Wachid optimis Jepara bisa mendapatkan pengecualian.

Mengingat, urgensi kebutuhan layanan dan kondisi fiskal daerah yang membutuhkan stimulus pusat.

“Target kita jelas, RSUD RA Kartini harus menjadi pusat rujukan yang mandiri. Jadi, ke depan kalau ada kasus jantung darurat, penanganannya bisa hitungan jam di Jepara, bukan menunggu antrean berminggu-minggu di luar kota,” pungkasnya.

Direktur RSUD RA Kartini dr Tri Iriantiwi, mengatakan pengembangan layanan kesehatan, khususnya peningkatan fasilitas dan layanan di RSUD RA Kartini ini memang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Witiarso Utomo.

“Layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) di RSUD RA Kartini dijadwalkan akan mendapatkan persetujuan (approval) dari BPJS Kesehatan pada tahun 2026, bersamaan dengan 51 rumah sakit lain di Indonesia,” kata dia.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini