Diplomat Denmark Belajar Mengukir di Sekolah Bersejarah Jepara

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Nov 2026 10:32 0 61 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Usaha melestarikan seni ukir dan batik khas Jepara terus digaungkan hingga ke kancah internasional.

gempur rokok ilegal rembang

Kali ini, siswa-siswi SMP Negeri 6 Jepara memamerkan langsung kemahiran mereka mengukir kayu dan membatik di hadapan sejumlah diplomat asing.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan The Diplomatic Forum Jepara 2026, Rabu (4/11/2026).

Menariknya, para diplomat tidak sekadar menonton, tetapi juga diajak menjajal langsung memegang pahat untuk mengukir kayu dan mengunjungi Museum Ukir yang ada di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 6 Jepara, Siti Rosiyanah, menjelaskan bahwa sekolahnya memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan seni tradisional Jepara.

Berdiri sejak tahun 1956 dengan nama Sekolah Teknik Ukir, institusi ini konsisten mencetak generasi muda penyangga seni ukir dan perkayuan.

“Meski kini menjadi sekolah menengah pertama umum, kami tetap berkomitmen mempertahankan warisan ini melalui ekstrakurikuler ukir kayu dan batik. Prinsip kami adalah teach, practice, and pass them on,” tegas Siti Rosiyanah.

Komitmen itu terpancar dari para siswa.

Fadil, siswa kelas 9E yang tekun belajar mengukir sejak kelas 8, mengaku makin tertarik menekuni keterampilan ini meski bagian ulir masih menjadi tantangan baginya.

Hal senada disampaikan Lala, siswa kelas 8A yang mantap ingin melestarikan seni batik yang ia pelajari sejak kelas 7.

Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, H.E. Sten Frimodt Nielsen, mengaku sangat terkesan usai mencobanya sendiri.

Ia mengapresiasi upaya sekolah yang berhasil menyelaraskan pendidikan modern dengan tradisi lokal.

BACA JUGA :  Masih Muda Sudah Visioner, Gadis Pati Ini Lolos Parlemen Remaja

“Pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya. You are the future of Indonesia,” puji Sten di hadapan para siswa.

Menurutnya, generasi muda Indonesia harus terus melangkah maju tanpa melepaskan akar kebudayaan mereka.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, Ratib Zaini, berharap interaksi diplomatik di SMPN 6 Jepara dapat membuka jalan bagi kerja sama pendidikan lintas negara, seperti program pertukaran guru dan siswa serta penguatan bahasa asing.

“Jangan pernah melupakan sejarah, budaya, dan jati diri bangsa ketika mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pesan Ratib kepada para siswa.

Jelajahi Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Usai dari SMPN 6 Jepara, rombongan delegasi melanjutkan agenda menyusuri kawasan pesisir di Pantai Bandengan sembari menikmati alunan musik tradisional.

Rangkaian acara kemudian berlanjut ke ajang Octofest 2026 serta galeri Dekranasda Jepara untuk melihat dari dekat beragam produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, berharap rombongan diplomat dapat berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha lokal untuk memicu hubungan bisnis yang konkret.

“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berkembang menjadi jaringan perdagangan, peluang investasi, transfer pengetahuan, serta kerja sama yang berkelanjutan bagi industri mebel dan kerajinan Jepara,” ujar Ibnu Hajar.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini