Pemutakhiran Data PBI November, Dirut BPJS Imbau Masyarakat Aktif Cek Status Kepesertaan

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Nov 2026 17:17 0 105 Supriyanto

REMBANG — Mondes.co.id | Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, mengimbau masyarakat untuk secara aktif memeriksa status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

gempur rokok ilegal rembang

Imbauan ini disampaikan di sela-sela kunjungan kerja dan monitoring layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, beberapa waktu lalu.

​Langkah ini penting dilakukan, mengingat Kementerian Sosial rutin melakukan pemutakhiran data PBI setiap awal November, guna menyesuaikan kepesertaan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat terbaru.

​Melalui pemutakhiran data tersebut, warga yang mengalami peningkatan tingkat kesejahteraan (naik desil) akan disesuaikan statusnya, sehingga alokasi bantuan PBI dapat dialihkan kepada masyarakat miskin yang lebih membutuhkan.

​“Ingat bulan-bulan seperti ini biasanya awal November itu ada pemutakhiran data PBI. Tolong segera cek yang desilnya naik pindah oleh Kementerian Sosial biasanya digantikan oleh mereka yang desilnya miskin. Sehingga ini harus segera dicek,” ujar Prihati.
​
​Prihati menegaskan bahwa penyesuaian data dilakukan secara cermat berbasis data by name by address (BNBA).

BPJS Kesehatan juga memberikan perhatian khusus bagi peserta dengan penyakit katastropik, serta warga yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak kehilangan jaminan kesehatan secara tidak tepat.

​“BPJS akan memastikan bahwa daftar yang ada di Kemensos nanti secara BNBA, by name by address, kita akan hitung dulu mana yang katastrofik. Itu mana yang kena karhutla tidak boleh dikeluarkan dari PBI. Saya rasa itu supaya semuanya tenang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Suntik Diri, Dokter Muda PPDS Anestesi Undip Diduga Akhiri Hidup karena Sering Kena Bully

​Masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan menghadapi pemutakhiran data tahunan ini.

BPJS Kesehatan terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Sosial untuk memastikan seluruh proses penyesuaian berjalan tepat sasaran tanpa mengabaikan kondisi riil peserta di lapangan.

​Prihati kembali mengingatkan pentingnya prinsip kebersamaan dalam keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

​“BPJS dilaksanakan dengan gotong royong. Dengan gotong royong semua tertolong,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini