Jelang Tahun Ajaran Baru, Usaha Busana Meyda Panen Order Seragam Sekolah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 16:20 0 37 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Tahun ajaran baru 2026/2027 mulai berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026 mendatang.

BHAYANGKARA 80

Para siswa dan orang tua dihadapkan pada urusan mencari baju sekolah, baik bagi yang naik jenjang maupun bagi yang ingin memperbarui setelan seragam agar lebih rapi.

Kondisi itu membuat pelaku usaha busana dihampiri banyak customer untuk memesan rancangan setelan baju sekolah.

Mulai dari seragam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), batik identitas, seragam kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan seragam Praja Muda Karana (Pramuka).

Hal ini dirasakan pelaku usaha busana asal Perumahan Rendole Indah, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Meyda Dewi Trisbiani.

Ia mengaku, sejak Mei sampai hari ini, banyak orang datang untuk dibuatkan baju sekolah.

Tiap customer langsung memesan 4 set baju jelang memasuki tahun ajaran baru.

“Sejak Mei sampai sekarang pesanan baju seragam sangat banyak karena menjelang masuk sekolah. Pesanan seragam sekolah mulai dari TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan SMK, yang dijahitkan seragam OSIS, batik, seragam kejuruan, dan Pramuka,” jelasnya kepada Mondes.co.id, Sabtu, 11 Juli 2026.

Sebagai pelaku usaha busana, momentum mendekati tahun ajaran baru ini menjadi berkah bagi Meyda.

Ia mengaku, pesanan rancangan busana melonjak hingga 30 persen.

Dalam sepekan, ada 40 set pesanan baju sekolah untuk dijahit.

Jika ditotal dari Mei sampai sekarang, Meyda telah kedapatan 200 set pesanan baju sekolah.

BACA JUGA :  Truk Tronton Muat Pupuk Terjun ke Sungai Kaliombo Pati

Butuh waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan pesanan.

Sehingga, para customer harus menghubunginya jauh-jauh hari.

“Setiap minggu ada sekitar 40 set pesanan seragam. Pesanan seragam sendiri kalau ditotal pada tahun ini mencapai 200 set seragam,” sebutnya.

Diketahui, harga baju sekolah rancangannya mulai dari Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per set.

Para customer senang bisa memesan baju darinya karena memiliki rancangan yang rapi, desain yang elegan, serta bahan yang nyaman.

Dari hasil penjualan baju sekolah menjelang tahun ajaran baru, Meyda mampu menghasilkan pendapatan Rp10 juta per pekan.

Jika dikalkulasi dari pendapatan pesanan pakaian lainnya, ia mampu mendapat total omzet Rp25 juta per pekan.

“Omzet Rp25 juta per minggu karena dibarengi produksi yang lain juga termasuk kebaya. Sementara, omzet bersih khusus pesanan seragam mendapat Rp10 juta per minggu,” ungkapnya.

Selama merancang baju sekolah, ia harus lebih teliti karena baju tersebut merupakan identitas formal.

Setiap satuan pendidikan mempunyai standar seragam yang berbeda-beda.

Banjirnya orderan ini, membuat Meyda tertantang.

Pasalnya, sebagian besar customer menginginkan dateline yang bersamaan.

“Tantangannya waktu yang terbatas, karena waktu masuk mereka barengan semua, dan harus sudah memakai seragam. Merancang baju sekolah juga harus lebih teliti karena setiap sekolah mempunyai model seragam yang berbeda,” pungkas owner Meyda Trisbiani Couture.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini