Jalan Rusak dan Besi Mencuat di Akses TPI Tasik Agung Sebabkan Kecelakaan, Pemkab Didesak Segera Bertindak

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 15:55 0 110 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Kondisi infrastruktur jalan masuk menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasik Agung, khususnya di sebelah barat, kian memprihatinkan.

BHAYANGKARA 80

Jalan yang menjadi urat nadi perekonomian nelayan setempat, kini kondisinya rusak parah dengan material besi penulang beton yang mencuat ke permukaan.

Tak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, jalur ini kembali memakan korban luka-luka.

​Insiden terbaru menimpa seorang warga setempat bernama Kecik.

Ia mengalami luka-luka di bagian kaki akibat terjatuh saat berusaha menghindari lubang dan besi yang bermunculan di tengah jalan tersebut.

​Saat dimintai keterangan, Kecik membeberkan kronologi kejadian yang menimpanya.

Ia mengaku tidak mampu mengendalikan kendaraannya secara penuh karena posisi jalan yang bergelombang, ditambah adanya besi tajam yang menyembul dan sangat membahayakan ban kendaraan.

​”Kemarin saya sendiri korbanya mas, hingga luka-luka di kaki saat menghindari jalan masuk TPI sebelah barat. Tak hanya satu kali dua kali memakan korban jatuh di sini,” ungkap Kecik dengan nada kecewa, Sabtu (11/7/2026).

​Menurut penuturan warga dan para pekerja di kawasan TPI Tasik Agung, kecelakaan di jalur ini bukanlah hal baru.

Jika kurang hati-hati, kerusakan jalan tersebut akan menambah daftar banyak korban, terutama saat aktivitas pelelangan ikan sedang padat-padatnya.

​Mayoritas korban adalah para pekerja, buruh angkut, dan nelayan yang saban hari menggantungkan hidupnya di kawasan pesisir ini.

Kehadiran besi-besi yang nongol bekas cor yang rusak, menjadi ancaman paling fatal karena bisa merobek ban, sekaligus menyebabkan luka serius jika warga terperosok.

BACA JUGA :  Satlantas Polresta Pati Tindak 21 Truk Muatan Tambang

​Penyebab kerusakan diduga akibat tingginya volume kendaraan bertonase besar (truk pengangkut es dan ikan) yang melintas setiap hari, ditambah faktor korosi air laut.

​Mengingat, TPI Tasik Agung merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi terbesar di Kabupaten Rembang, pembiaran kerusakan ini dinilai sangat ironis.

Warga merasa kontribusi mereka terhadap daerah tidak sebanding dengan perhatian pemerintah terhadap fasilitas publik yang mereka gunakan.

​Mewakili para pengguna jalan dan pekerja yang dirugikan, Kecik berharap Pemerintah Daerah (Pemkab) Rembang melalui dinas terkait tidak menutup mata dan segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.

​”Harapannya, pemerintah daerah segera mengambil tindakan biar tidak tambah korban lagi,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini