Jarak Bukan Penghalang, Siswi Asal Cluwak Tempuh Puluhan Kilo untuk Bertugas Paskibraka

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 16:55 0 59 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Pati telah selesai.

BHAYANGKARA 80

Terdapat 47 siswa dari Kabupaten Pati yang dinyatakan lolos, dua di antaranya lolos di Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Sehingga ada 45 pelajar yang akan bertugas di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Terdapat seorang siswi yang rela jauh dari rumah untuk melalui serangkaian tahapan seleksi hingga lolos.

Ia adalah Febi Rahma Adiya (16), yang harus menempuh jarak 30 kilometer untuk mengikuti rangkaian panjang seleksi hingga pembekalan materi dari pelatih.

Sebagai informasi, Febi merupakan warga Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.

Ia kini duduk di bangku kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati.

“Perasaan saya bahagia sekali dan bangga terhadap diri saya karena dapat memberi bukti kepada sekolah bahwa saya bisa membuktikan saya bisa layak lolos. Tantangan menurut saya karena rumah saya ke sini Pati jaraknya jauh, jadinya itu jadi pertimbangan untuk ikut ke sini,” ungkapnya kepada Mondes.co.id, Selasa, 7 Juli 2026.

Febi termasuk peserta terjauh, apalagi hanya ia satu-satunya pelajar MAN 2 Pati yang menjadi punggawa Paskibraka tingkat Kabupaten Pati.

Bahkan, setiap hari ketika seleksi atau pembekalan harus berangkat-pulang dari Kabupaten Pati wilayah utara ke pusat Kota Pati.

Meski begitu, ia tetap bersemangat dan bangga pada dirinya karena membawa nama almamater.

Pihak madrasah men-support dengan memberikan ongkos transportasi untuk menuju ke Kota Pati.

BACA JUGA :  Layanan Telemedisin Hadir di 10 Puskesmas Rembang

“Sebelumnya 2025 belum ada siswa MAN 2 Pati, tapi 2024 ada dari MAN 2 Pati, cewek yang lolos Paskibraka. Sekolah sangat effort memberikan dukungan melalui tranportasi dan ongkos, karena selama seleksi diantar-jemput,” tuturnya.

Menurutnya, jarak bukan rintangan, ia menganggapnya tantangan yang harus ditaklukkan.

Prinsip ini ditanamkan dalam diri dengan dorongan kuat dari orang tuanya.

“Dari support bapak-ibu, pelatih, guru membuat saya yakin ikut Paskibraka Kabupaten Pati. Jarak tidak jadi masalah atau rintangan masuk Paskibraka tingkat Kabupaten Pati,” jelasnya.

Ketika seleksi, Febi menghadapi banyak hal, ia menghadapi tes fisik dan mental.

“Seleksi menurut saya yang sulit samapta karena itu kita harus kuat lari, push up, sit up, back up. Saya jauh-jauh hari dua bulan sebelum seleksi agar saya bisa menghadapi seleksi,” ungkapnya.

Seleksi yang menurutnya berkesan adalah tes kepribadian.

Dalam sesi itu, Febi bisa mengaktualisasikan dirinya sendiri untuk terbuka menjawab tahapan tes sejujur-jujurnya.

“Paling senang seleksi kepribadian karena harus wawancara menjelaskan jawaban sejelas-jelasnya saat diwawancarai. Saat seleksi bakat-minat saya menampilkan sebuah puisi,” urainya.

Ia telah berpengalaman mengikuti seleksi Paskibraka, tahun lalu Febi sudah menjadi punggawa Paskibraka tingkat kecamatan.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini