Foto: Bantuan Minyakita yang dikembalikan oleh warga Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Ribuan kemasan Minyakita dalam program bantuan pangan pemerintah di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, dikembalikan oleh warga.
Minyak goreng tersebut dikembalikan, lantaran diduga tidak layak konsumsi karena berbau menyengat mirip solar dan berwarna keruh.
Pemerintah Desa Plajan mencatat telah menerima pengembalian sebanyak 1.769 kemasan Minyakita ukuran 2 liter dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Keluhan serupa juga terjadi di Desa Suwawal, di mana sekitar 1.500 kemasan Minyakita turut dikembalikan oleh warga.
Perangkat Desa Plajan, Sholikhin, menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut awalnya dibagikan kepada masyarakat pada 19–20 Juni 2026.
Dalam program tersebut, setiap KPM menerima paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan dua kemasan Minyakita ukuran 2 liter.
“Setelah dibagikan, kami menerima laporan dari masyarakat bahwa minyaknya tidak layak pakai karena berbau solar. Kami langsung menginventarisasi warga yang ingin mengembalikan, lalu melaporkannya kepada Pak Camat dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan),” ujar Sholikhin, kemarin.
Menurut Sholikhin, proses pengembalian ini dilakukan secara sukarela.
Pemerintah desa memberikan batas waktu tertentu bagi warga yang ingin menukarkan minyak tersebut, sebelum seluruh produk bermasalah itu diserahkan kembali ke Bulog untuk diganti dengan yang baru.
“Pihak Bulog sudah diinformasikan dan mereka menyatakan siap mengganti seluruh minyak goreng yang dikembalikan warga,” tambahnya.
Sholikhin mengungkapkan, aroma menyengat menyerupai solar menjadi keluhan utama.
Bahkan, beberapa warga sempat menggunakan minyak tersebut untuk memasak sebelum menyadari adanya kelainan kualitas.
Akibatnya, aroma dan rasa masakan mereka menjadi rusak.
Desa Plajan sendiri, total terdapat sekitar 1.502 KPM.
Namun, tidak semua warga mengembalikan bantuan tersebut karena kualitas minyak yang bermasalah diduga hanya tersebar pada kelompok muatan tertentu.
Saat ini, Pemerintah Desa Plajan mengimbau warga yang terlanjur menerima untuk tidak mengonsumsi Minyakita tersebut demi kesehatan, sembari menunggu proses distribusi penggantian dari pihak Bulog.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar