Pondok Ditutup, Nasib Guru Pesantren Ndholo Kusumo Terjawab

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 16:07 0 67 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Nasib para guru pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati sempat berada di ujung tanduk.

BHAYANGKARA 80

Tepatnya, setelah izin Ponpes itu dicabut oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Pencabutan izin Ponpes terjadi, setelah Kemenag RI menginvestigasi Ponpes tersebut secara mendalam.

Meski demikian, guru-guru pengajar di Ponpes Ndholo Kusumo tak perlu ketar-ketir.

Pasalnya, Kemenag telah memiliki alternatif solusi bagi mereka.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menyatakan jika guru-guru eks Ponpes Ndholo Kusumo akan difasilitasi tempat mengajar lain di lembaga pendidikan.

Pihaknya berkomitmen jika pengajar eks Ponpes Ndholo Kusumo mendapat jam kegiatan belajar-mengajar sebagaimana yang mereka lalui di Ponpes Ndholo Kusumo.

“Soal guru itu nanti akan dialokasikan, diupayakan. Malau bisa dicarikan sekolah atau madrasah baru supaya bisa beraktivitas seperti halnya kegiatan belajar-mengajar,” terangnya kepada awak media belum lama ini.

Ia juga menegaskan akan memberikan tunjangan bagi guru eks Ponpes Ndholo Kusumo dengan syarat tertentu.

“Kalau guru sudah bersertifikasi akan kami beri tunjangan TPG (Tunjangan Profesi Guru),” ungkap Syaiku.

Lebih lanjut, Kemenag Kabupaten Pati juga menjanjikan akan mencarikan tempat mengajar bagi guru-guru di Ponpes Ndholo Kusumo yang terdampak penutupan.

Bagi guru tertentu juga akan mendapat tunjangan.

“Soal guru itu nanti akan dialokasikan, diupayakan untuk bisa dicarikan sekolah dan madrasah, baru supaya bisa beraktivitas kegiatan belajar-mengajar. Itu tidak serta merta, tetapi tetap diupayakan,” terangnya.

BACA JUGA :  Prioritas Anggaran Kabupaten Pati untuk Antisipasi Banjir hingga Sekolah

Penutupan Ponpes Ndholo Kusumo tak serta-merta menutup sekolah dan madrasah di bawah Yayasan Ndholo Kusumo.

Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Aliyah (MA) di bawah Yayasan Ndholo Kusumo tetap buka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

“Tidak ada penutupan sekolah dan madrasah, yang ditutup pondoknya, sehingga anak-anak tetap bisa sekolah maupun madrasah. Persoalan bahwa anak bukan asli penduduk Tlogosari, Kemenag sudah memfasilitasi sekolah atau madrasah dengan fasilitas yang hampir mirip di pesantren lama, baik terkait fasilitas dan pembiayaan,” tandasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini