Warga Tompegunung Datangi Chandra, Minta Jalan Rusak Diperbaiki

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 14:59 0 79 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Puluhan warga Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati mendatangi Pendopo Kantor Bupati Pati untuk mengadukan kondisi jalan rusak parah yang telah bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

Koordinator warga Tompegunung, Nardi, mengatakan jalan yang berada di Dukuh Gelur tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat.

Jalan sepanjang 3 kilometer itu menghubungkan Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen.

Menurutnya, kerusakan jalan telah berlangsung selama puluhan tahun dan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga layanan kesehatan.

“Jalan ini sangat penting bagi warga. Anak-anak sekolah melewati jalan ini, masyarakat yang hendak ke pasar juga lewat sini, termasuk warga yang membutuhkan akses ke rumah sakit. Namun kondisinya rusak parah dan sudah berlangsung puluhan tahun,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menyebut, sebanyak 60 warga hadir dalam audiensi yang diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra di ruangannya.

Warga minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Hasil audiensi menyepakati bahwa pemerintah daerah akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Sabtu, 20 Juni 2026 mendatang.

Nardi harap, peninjauan tersebut menjadi langkah awal percepatan pembangunan jalan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.

“Kami berharap jalan ini segera dibangun. Kasihan anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari harus melewati jalan yang rusak,” urainya.

Pemkab Pati disebut telah merencanakan pembangunan jalan tersebut dengan konstruksi cor beton.

BACA JUGA :  DPRD Pati: Nelayan Kecil Masih Butuh BBM Subsidi

Pekerjaan itu diperkirakan membutuhkan anggaran dana Rp3 miliar yang akan dialokasikan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso, enggan memberi keterangan saat dimintai tanggapan oleh awak media usai kegiatan.

“Engga usah ya, perutku lagi sakit,” ucap Riyoso sambil bergegas menuju mobilnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini