Gubernur Ahmad Luthfi Dinilai Berhasil Buka Jalan Investor

waktu baca 4 menit
Selasa, 12 Mei 2026 16:47 0 32 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut iklim investasi di Jawa Tengah sedang berada dalam tren sangat positif.

Dukungan kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinilai menjadi faktor penting yang membuat investor semakin percaya menanamkan modal di provinsi ini.

Penilaian itu disampaikan Anindya saat menghadiri ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO Semarang, kemarin.

Ia menilai, Jawa Tengah memiliki kombinasi kekuatan yang lengkap.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi tinggi, ketersediaan tenaga kerja produktif, hingga dukungan kawasan industri yang terus berkembang.

“Pertumbuhan ekonominya mencapai 5,89 persen dan punya potensi skala yang jauh lebih besar ke depan,” kata Anindya yang juga selaku Komisaris Utama PT VKTR itu.

Menurut dia, keberadaan dua kawasan ekonomi khusus di Batang dan Kendal, menjadi magnet tersendiri bagi investor.

Ditambah lagi, Jawa Tengah memiliki sekitar 20 juta tenaga kerja produktif yang diperkuat melalui pendidikan vokasi.

Anindya mengatakan, kondisi tersebut membuat PT VKTR mantap membangun pabrik perakitan truk dan bus listrik di Kabupaten Magelang yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Ia juga menyoroti kedekatan komunikasi antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan dunia usaha yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi.

“Hubungan Pak Gubernur dengan Kadin sangat baik. Itu penting untuk membuka sumbatan investasi. Insentifnya juga menarik, dan yang paling penting beliau mau memperjuangkan kemudahan investasi sampai level nasional,” ujarnya.

BACA JUGA :  Banjir Masih Rendam Batukali dan Sowankidul, Awas Dampak Lanjutan

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan investasi menjadi kunci utama penggerak ekonomi Jawa Tengah.

Karena itu, Pemprov Jateng membuka ruang investasi seluas-luasnya, baik untuk sektor industri padat karya maupun energi baru terbarukan.

“Dalam hal investasi kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegas Gubernur Luthfi.

Ia menambahkan, elektrifikasi transportasi publik juga menjadi bagian dari arah pembangunan Jawa Tengah ke depan.

Salah satunya melalui pengembangan armada Trans Jateng berbasis kendaraan listrik.

“Ke depan Trans Jateng akan kita tambah dan diperluas. Tinggal kita diskusikan penggunaan kendaraan listriknya,” katanya.

Diketahui, CJIBF 2026 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia dan telah digelar selama 10 kali.

Tahun ini, forum tersebut menawarkan 21 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp30 triliun.

Data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah mencatat, CJIBF dan UMKM Gayeng 2025 berhasil membukukan Letter of Intent investasi sebesar Rp75,03 triliun.

Selain itu, transaksi perdagangan mencapai Rp25,88 miliar, penjualan UMKM Rp647,8 juta, dan transaksi business matching sebesar Rp544,6 juta.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Noor Nugroho, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam mendorong investasi dan perdagangan di daerah.

Menurutnya, penyelenggaraan CJIBF 2026 yang bersamaan dengan pameran UMKM Grande di Atrium Paragon Mall Semarang, menjadi bagian dari upaya memerluas promosi potensi unggulan Jateng kepada investor.

“Pada dasarnya kami sangat mendukung program pemerintah termasuk untuk mendorong pertumbuhan melalui investasi dan perdagangan,” kata Noor.

Dijelaskan, dukungan Bank Indonesia Jateng tidak berhenti pada penyelenggaraan forum investasi saja.

Nantinya, berbagai proyek investasi potensial atau investment project ready to offer (iPro) dari Jateng juga akan dipromosikan hingga ke pasar internasional melalui jaringan kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri.

BACA JUGA :  Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melesat di Atas Rata-rata Nasional

Selain itu, gelaran Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 untuk manarik arus modal ke Jawa Tengah telah menunjukkan hasil.

Baru sehari dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, ajang tersebut menghasilkan sebanyak 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi dengan nilai mencapai Rp16 triliun.

Capaian tersebut diperoleh dari rangkaian one on one meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sakina Rosellasari, mengatakan 40 kepeminatan tersebut merupakan hasil dari one on one meeting 21 proyek yang ditawarkan kepada calon investor.

Terdiri atas 17 proyek yang mencakup sektor renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan di Jawa Tengah.

Selanjutnya, 4 kawasan industri utama di Jawa Tengah, yaitu Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini