Foto: surat permohonan bantuan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah terkait eskalasi konflik antara manusia dan satwa liar (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Desa Langgar, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, secara resmi melayangkan surat permohonan bantuan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah terkait eskalasi konflik antara manusia dan satwa liar.
Kawanan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dilaporkan telah menimbulkan korban luka, serta kerugian ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut.
Berdasarkan dokumen permohonan bernomor tertanggal 11 Mei 2026, intensitas gangguan satwa liar tersebut meningkat drastis sejak Maret 2026.
Puncak konflik terjadi pada Jumat (8/5/2026).
Tepatnya, saat seorang warga bernama Surawan bin Sutarji menjadi korban serangan langsung.
Korban menderita luka gigitan parah pada bagian lengan kanan yang memerlukan penanganan medis serius berupa 310 jahitan di RSUD Dr. Sutrasno Rembang.
Selain ancaman terhadap keselamatan jiwa, keberadaan kawanan kera yang diperkirakan berjumlah 20 hingga 30 ekor tersebut, berdampak buruk pada sektor pertanian desa.
Berdasarkan asesmen sementara pemerintah desa, dampak kerugian meliputi kerusakan komoditas jagung, pisang, dan mangga pada lahan milik 15 Kepala Keluarga (KK).
Hingga total nilai kerugian materiil ditaksir mencapai Rp25.000.000.
Dalam aspek psikologis, memunculkan trauma kolektif yang menghambat aktivitas produktif warga di kebun maupun area peternakan.
Secara geografis, titik konsentrasi konflik berada di wilayah Blok Gunung Cilik, RT 03/RW 02, Desa Langgar pada koordinat -6.724501, 111.458120.
Kepala Desa Langgar, Harno, menegaskan bahwa langkah permohonan bantuan ini merupakan upaya administratif untuk menjamin keamanan warga dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Upaya ini dilandasi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Permenthut P.48/Menhut-II/2008 mengenai Pedoman Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar,” tulis Kades Harno.
Terdapat tiga poin krusial yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh tim BKSDA Jawa Tengah.
Di anataranya, yakni pelaksanaan asesmen lapangan secara komprehensif.
Kemudian, pemberian edukasi dan arahan mitigasi bagi warga terdampak, guna meminimalisir risiko serangan.
Serta, tindakan evakuasi atau translokasi terhadap populasi kera dari pemukiman dan lahan produktif warga.
Langkah koordinatif ini diharapkan dapat segera memberikan solusi permanen bagi warga Desa Langgar, demi terciptanya kembali stabilitas ekonomi dan keamanan lingkungan di wilayah Kecamatan Sluke.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar