Foto: Perempuan Bangsa Kabupaten Pati rapat bersama Muslimat NU (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Perempuan Bangsa Kabupaten Pati menggandeng para legal Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendampingi para santriwati korban pelecehan seksual yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo.
Langkah ini diambil karena banyak korban yang belum berani melapor dan keberadaannya belum jelas.
“Dalam rapat, kami membahas bagaimana pendampingan dengan para korban yang saat ini masih belum jelas keberadaannya dan tidak berani melapor,” kata Muntamah selaku Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Pati, Sabtu, 9 Mei 2026.
Muntamah menegaskan akan menggunakan jaringan Muslimat hingga tingkat rumah tangga untuk menjangkau korban.
“Kami akan door to door secara kekeluargaan untuk mencari korban yang saat ini belum berani untuk mengekspos diri sebagai korban,” ujar perempuan yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati itu.
Ia menyebut, Muslimat NU memiliki struktur organisasi yang kuat hingga ke akar rumput.
Para legal Muslimat akan diterjunkan untuk melakukan pendekatan kepada korban maupun keluarganya.
“Sebagai Perempuan Bangsa Kabupaten Pati kami punya tanggung jawab untuk ikut terlibat dalam pendampingan,” tegasnya.
Muntamah mengaku memiliki pengalaman puluhan tahun mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak bersama Fatayat NU.
“Sebagai Muslimat, kami sudah terbiasa berkiprah di bidang sosial. Sehingga ada korban yang masih kategori anak-anak, maka kami punya kepedulian,” lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia sangat prihatin atas kasus pencabulan di lingkungan pesantren tersebut.
Serta mengecam keras tindakan pelaku yang menyalahgunakan status sebagai kiai.
“Kami prihatin, apakah itu betul-betul kiai hanya sebagai kedok, atau memanfaatkan statusnya kiai untuk memanfaatkan para santrinya. Itu sangat keterlaluan,” tandasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar