Baznas Jepara Dengar Aspirasi Difabel, Apa Saja yang Dibutuhkan? 

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 13:00 0 41 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda, berkomitmen untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pemungutan zakat.

Agar nantinya, Baznas bisa mendistribusikan kepada lebih banyak mustahiq dari delapan ashnaf yang ada di Jepara.

Hal itu disampaikan Gus Huda, panggilan akrab Nasrullah, di hadapan perwakilan penyandang difabel dari Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ), Perkumpulan Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Jepara, dan Yayasan Difabel Jepara Tataning Bumi (DJTB Foundation).

“Kami baru delapan hari dilantik oleh Bupati Jepara dan siap bekerja,” kata Gus Huda, Sabtu (9/5/2026).

Baznas mengaku, akan tancap gas untuk pembenahan internal, sambil memperbaiki program kerja yang lebih berorientasi pada pemberdayaan dan pemanfaatan zakat produktif.

“Hal-hal yang bersifat konsumtif akan sedikit demi sedikit kami kurangi,” kata dia.

Diharapkan, proporsinya menjadi 70 persen untuk pemberdayaan dan pengembangan usaha ashnaf yang ada di Jepara.

Lebih lanjut, ia berharap agar ada masukan dari komunitas difabel terkait cara mengoptimalkan pengumpulan zakat dan memperluas potensi muzakki.

“Kalau pendapatan dari pengumpulan, pemungutan dan penarikan potensi zakat naik, maka pentasharufan dan pendistribusian zakat kepada mustahiq juga akan naik,” sambung Gus Huda.

Setelah diinventarisir dan belanja masalah, nanti akan undang difabel dalam FGD peningkatan potensi zakat di Jepara.

Faisol, Ketua Yayasan Difabel Jepara Tataning Bumi, berharap agar Baznas hadir untuk adik-adik difabel yang hanya bisa berbaring lemah di tempat tidurnya.

BACA JUGA :  Awal Puasa Jatuh Pada Kamis 19 Februari, Rukyatul Hilal Pantai Kartini Jepara Tak Terlihat

“Kami berharap ada bantuan rutin bulanan dari Baznas untuk keperluan pampers dan popok bagi adik-adik difabel seperti Baznas Kudus. Setiap bulan ditransfer melalui rekening Bank untuk pembelian pampers dan makanan tambahan,” kata Faisol.

Pihaknya mendampingi sekitar 10 adik difabel yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Selama ini kalau ada donatur kami antarkan, kalau tidak, kami tak bisa apa-apa,” ujar Faisol.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini