Pembangunan Tak Berlanjut, Warga Kayen Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 14:57 0 53 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Masyarakat Desa Kayen menanami ruas jalan dengan pohon pisang.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hal itu berangkat dari rusaknya ruas jalan yang menjadi titik vital di pusat Kecamatan Kayen.

Menurut warga setempat, Sujarwanto, kondisi ruas jalan di Desa Kayen RT 06/01 mengalami banyak lubang, sehingga banyak pengguna jalan mengalami masalah saat melintas.

Banyak kendaraan yang rusak, kotor, dan kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut, sehingga masyarakat meminta perbaikan.

ketua pgri

“Permintaan masyarakat umumnya diperbaiki karena beberapa orang malas lewat sini, pedagang jadi sepi, motor-motor yang baru dicuci kotor lagi, kalau rem mendadak jauh. Kalau ada airnya kan gak tahu dalam biasanya kejeglong,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Menurutnya, kerusakan ruas jalan sepanjang 500 meter itu terjadi pada tahun lalu pasca pembenahan trotoar.

Salah seorang warga yang berinisiatif menanam pohon pisang, Herlan menjelaskan adanya pohon tersebut sebagai penanda adanya bahaya di ruas jalan tersebut.

Lubang-lubang jalan dan minimnya penerangan, membuat ruas tersebut rawan menyebabkan kecelakaan.

“Saya memberikan rambu-rambu pengguna jalan dan pemangku kebijakan karena ada korban jatuh di situ. Kemarin malam saya jatuh,” ungkapnya sembari kesal.

Ia menjelaskan bahwa jalur yang ditanami pohon pisang menjadi akses vital masyarakat.

Ada banyak bangunan fasilitas umum yang harus melintasi jalan tersebut, seperti rumah sakit, alun-alun, masjid, sekolah, dan lain sebagainya.

“Saya warga Kayen merasa kecewa karena ada aset yang harus dilindungi, seperti RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), KUA (Kantor Urusan Agama), sekolah, semuanya melewati jalan ini seharusnya bagus terintegrasi,” katanya.

BACA JUGA :  Anggota MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Ia berharap, ruas jalan itu segera diperbaiki oleh pemerintah karena dinilai sangat bermanfaat bagi penunjang masyarakat.

“Harapannya dibangun, kalau ada emergency orang masuk RS (Rumah Sakit) cepet. Itu asetnya banyak, KUA, RS, masjid, alun-alun ada,” terangnya.

Ketika ditinjau oleh awak media, sejumlah masyarakat sempat mengharapkan Bupati nonaktif Sudewo bebas, sehingga melanjutkan kebijakan pembangunan di Kabupaten Pati.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini