ramadan 2026

Jajanan Dumbek Ramai Diburu Jelang Lebaran

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Mar 2026 09:42 0 30 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Jajanan tradisional dumbek menjadi primadona masyarakat saat Ramadan.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Makanan khas Pantai Utara (Pantura) bagian timur ini sangat lezat dan gurih untuk disantap sebagai takjil.

Sutriyono selaku penjual dumbek asal Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, mengungkapkan per hari bisa menjual 200 biji dumbek.

Ratusan dumbeknya masih segar karena diproduksi menyesuaikan permintaan konsumen.

ketua pgri

“200 biji sudah Alhamdulillah. Nggak berani buat banyak-banyak, kecuali dapat orderan misal buat arisan Lebaran dan sedekah bumi,” ungkapnya kepada Mondes.co.id, Kamis, 19 Maret 2026.

Ia telah memiliki banyak pelanggan. Oleh sebab itu, selalu memproduksi tiap hari.

“Tapi dumbekku alhamdulillah sudah punya langganan jadi dikit-dikit tetap produk. Kalau dumbek bikinnya dikit-dikit yang penting selalu habis, barang baru terus fresh,” ucapnya.

Dumbek makanan yang nikmat jika dimakan dalam keadaan siap saji.

Makanan tanpa pengawet ini akan keras ketika dihangatkan terlalu lama.

Juga selalu banyak peminat ketika Lebaran dan sedekah bumi.

Beberapa rumah kerap menyuguhkan makanan khas asal Bumi Mina Tani.

Bahkan, pesanan pada waktu Lebaran bisa mencapai 500 biji dumbek.

“Lebaran sudah masuk 500 biji. Pesanan order Lebaran baru diantar dibikinin,” katanya.

Sutriyono menyampaikan, per hari mampu menghasilkan keuntungan tiap bulannya mampu capai Rp3 juta.

“Bisa menghasilkan minimal Rp100 ribu sudah bersyukur. Keuntungan Rp3 juta kotor,” sebutnya.

Dalam sepekan, ongkos produksinya mencapai Rp500 ribu.

Bahan-bahannya tepung beras, gula, kelapa, dan daun lontar dengan proses pengolahan selama 2 jam.

BACA JUGA :  Update Posisi Persipa di Klasemen Liga 2, Peringkat Berapa?

Harga dumbek per ikat Rp17 ribu di hari biasa, sedangkan ketika Idulfitri per ikat Rp20 ribu.

Di lain sisi, ia menyampaikan bahwa eksistensi makanan dumbek menurun.

Pasalnya, banyak macam makanan modern yang mulai merajai kuliner, sehingga makanan tradisional hampir tergerus.

Sejak 2025, ia mengaku mengalami penurunan pesanan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Dulu, di hari biasa mampu menjual hingga 400 biji.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini