ramadan 2026

Legislator Nanda Fatkhullah Rogoh Kocek Pribadi Uruk Jalan Mojorembun-Meteseh

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Mar 2026 16:28 0 75 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Mojorembun menuju Desa Meteseh di wilayah Kecamatan Kaliori, kian memprihatinkan.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Lubang-lubang menganga yang menghiasi badan jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah.

​Melihat kondisi yang tak kunjung mendapat sentuhan pemerintah daerah, Nandana Fatkhullah Zarkasi, anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Partai Hanura, mengambil langkah nyata.

Legislator muda dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 ini, memilih untuk turun tangan langsung dengan merogoh dana pribadi, guna melakukan pengurukan pada titik-titik kerusakan yang paling parah.

​Keluhan mengenai kerusakan jalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama.

Berdasarkan keterangan dari kepala desa di wilayah terdampak yakni Desa Mojorembun Maguan dan Meteseh, jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat.

​Kerusakan jalan menjadi sangat berbahaya saat memasuki malam hari karena minimnya penerangan.

Kondisi kian memburuk pasca hujan turun, di mana lubang-lubang jalan tertutup genangan air yang sering kali mengecoh pengendara.

Padahal, jalur tersebut merupakan rute utama yang setiap harinya dilewati oleh anak-anak sekolah.

​Nandana Fatkhullah atau yang akrab disapa Nanda, mengaku merasa prihatin melihat penderitaan konstituennya.

Ia menjelaskan bahwa upaya koordinasi dengan pemerintah daerah sebenarnya sudah dilakukan, namun terkendala oleh skala prioritas dan antrean anggaran.

​”Nggih, kulo sampun mengusulkan ke Pak Bupati supaya diperbaiki, tapi kata beliau antre. Jadi melihat jalan yang semakin parah, saya nggih membantu sebisa mungkin supaya jalanne mboten parah,” ujar Nanda saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (13/3/2026).

BACA JUGA :  Bukan Kewenangan Pemda, Jalan Wisata Waduk Gembong Terbengkalai

​Langkah pengurukan ini diakuinya sebagai solusi sementara (darurat) untuk meminimalisir potensi kecelakaan, sembari menunggu realisasi perbaikan permanen dari dinas terkait.

Nanda menegaskan, keselamatam warga tidak bisa menunggu birokrasi yang terlalu panjang, jika kondisinya sudah mendesak.

​”Intinya jalannya biar tidak tambah parah, Mas. Kasihan warga dan anak-anak sekolah kalau harus jatuh karena lubang. Ini bentuk kepedulian saya sebagai wakil rakyat di wilayah sini,” tambahnya.

​Meski pengurukan secara swadaya ini disambut baik oleh warga, masyarakat tetap berharap agar Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), segera memasukkan jalur Mojorembun-Meteseh dalam skema pembangunan prioritas tahun 2026.

​Inisiatif yang dilakukan Nanda Fatkhullah ini, diharapkan menjadi pelecut bagi dinas terkait agar lebih responsif terhadap laporan kerusakan infrastruktur di wilayah pinggiran yang bersentuhan langsung dengan denyut ekonomi dan pendidikan masyarakat desa.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini