ramadan 2026

Industri Batik di Juwana Kenalkan Kombinasi Alam dan Kreativitas Pengajar

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 15:22 0 57 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Berbeda dengan kerajinan tangan lainnya, Industri Kecil Menengah (IKM) Ryoshanty Ecoprint yang beralamat di Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menawarkan sesuatu yang unik dan beda dari biasanya.

IKM ini mengombinasikan antara warna dan motif dari bahan-bahan alami, seperti daun, akar, kulit kayu, hingga bunga.

Sunaryo, selaku owner dari Ryoshanty Ecoprint, mengaku sudah menekuni profesi sampinganya ini sejak tahun 2019.

Sebagai seorang tenaga pengajar, dirinya pertama kali mendapatkan ide pada saat melakukan pembelajaran bersama muridnya.

Merasa tertantang, Sunaryo bersama sang istri, Susanti mencoba mempraktikkan sendiri di rumah.

Alhasil, berbagai kerajinan tangan berhasil diproduksi, mulai dari kain, baju, hingga tas.

“Awal mula saya mengenal Ecoprint itu ketika saya memberikan les tambahan untuk anak sekolah, saya mendapatkan hijab ecoprint untuk istri saya. Saya lihat unik ada motif alam daun jati, akhirnya saya browsing dan saya berusaha membuat,” tutur Sunaryo, Sabtu, 21 Februari 2026.

Berbeda dengan pewarnaan dan motif pada kain batik, Ryoshanty Ecoprint menggunakan pewarna alami dan motif yang diambil langsung dari alam.

Berkat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) yang memberikan sejumlah fasilitasi seperti promosi dan pameran.

“Awalnya istri yang membuat, kita daftarkan produk di Dinkop, Disdagperin, dan Dinporapar sebagai UMKM sektor ekonomi kreatif. Setiap ada pameran kita dikasih tahu, seperti Jateng Fair kita bawa produk seadanya karena kita belum berani go public, ternyata laku dengan penjualan yang lumayan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Fraksi PKB Harap Pemerintahan di Pati ke Depan Lebih Baik

Ryoshanty Ecoprint kini berkembang cukup pesat dan banyak diminati oleh masyarakat.

“Awalnya kita produksi hanya weekend karena saya guru. Awalnya sulit pemasaran karena semua orang tidak mengenal ecoprint, kita kenalkan di sekolah-sekolah. Penjualan difasilitasi oleh Disdagperin di Plaza Pragola dan kita gabung di komunitas UMKM Pati, kita diajak pameran dan banyak yang kenal,” imbuh Sunaryo.

Berkat bantuan promosi ini, produksi rumah tangganya ini sudah tembus sampai ke luar Jawa.

Ia berharap, pemerintah terus memperhatikan sektor-sektor industri kecil menengah seperti miliknya ini agar cepat naik kelas.

“Awalnya kita hanya kain, tapi lambat laun mulai merambah ke busana fashion seperti tas model ecoprint. Pemasaran selain lokal sudah sampai ke luar Jawa, seperti Sumatera, yang paling banyak itu pesanan untuk seragam instansi,” tandasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini