ramadan 2026

Berburu Takjil Buka Puasa, Maguan Rembang Jadi Sentra Kuliner Dadakan

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 09:09 0 40 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Suasana syahdu menyelimuti hari pertama ibadah puasa Ramadan 1447 H di wilayah Kabupaten Rembang yang jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Meskipun langit mendung sejak siang dan sempat diguyur gerimis tipis, gairah masyarakat untuk berburu hidangan berbuka puasa atau takjil tetap tinggi.

Salah satu titik yang menjadi pusat keramaian adalah sentra kuliner dadakan di Desa Maguan, Kecamatan Kaliori.

​Pantauan di lokasi, menunjukkan deretan lapak pedagang yang menjajakan aneka panganan buka puasa.

Terlihat para pedagang mulai dipadati pengunjung sejak pukul 15.00 WIB.

Aroma gurih gorengan dan segarnya es buah, seolah mengalahkan hawa dingin yang dibawa oleh rintik hujan.

​Cuaca yang cenderung dingin akibat mendung, rupanya mengubah pola konsumsi masyarakat di hari pertama puasa ini.

Jika biasanya es menjadi buruan utama, kali ini aneka gorengan hangat justru menjadi bintang utama di meja pedagang.

​Nono, salah satu pedagang takjil asli Desa Maguan, mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti.

Baginya, gerimis bukanlah penghalang, melainkan membawa berkah tersendiri bagi dagangannya yang didominasi gorengan dan lauk pauk.

​”Meski keadaan tadi sempat gerimis, tapi pengunjung tidak sepi, Mas. Apalagi untuk gorengan, saya belum sampai berhenti menggoreng sejak pukul 15.00 WIB tadi. Rasanya pas sekali, suasana agak dingin begini orang-orang carinya yang hangat-hangat,” ungkap Nono sembari cekatan melayani pelanggan.

​Nono menambahkan, selain gorengan seperti bakwan, tempe mendoan, dan tahu isi, menu lauk pauk matang juga habis dipesan oleh warga yang ingin praktis menyiapkan menu berbuka untuk keluarga di rumah.

BACA JUGA :  Stunting Tidak Selalu Berbanding Lurus dengan Kondisi Ekonomi 

​Menariknya, meski cuaca sedang tidak terik, dahaga setelah seharian berpuasa, tetap membuat minuman segar dicari.

Nono menyebutkan bahwa es buah produksinya tetap memiliki penggemar setia dan laku keras di samping gorengan.

​”Es buah masih jadi primadona pembeli di sini. Mungkin karena sudah tradisi ya, kalau buka puasa itu ingin yang manis dan segar meskipun cuacanya sedang mendung,” imbuhnya dengan senyum sumringah.

​Fenomena ramainya pasar takjil di Desa Maguan ini membuktikan bahwa momentum Ramadan selalu berhasil menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa.

Lokasi yang strategis dan variasi menu yang lengkap, menjadikan Maguan salah satu destinasi favorit warga sekitar untuk ngabuburit, sekaligus belanja kebutuhan buka puasa.

​Warga tampak antusias membawa plastik-plastik berisi kudapan, bersiap menikmati momen buka puasa bersama keluarga di tengah suasana Rembang yang masih diselimuti mendung tipis.

​Pemerintah desa setempat pun mengimbau para pedagang dan pembeli untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan pasar kaget tersebut, agar kenyamanan beribadah di Bulan Suci tetap terjaga.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini